Berita Belitung

Pasar Dadakan di Pasar Tanjungpandan Harus Perhatikan Protokol Kesehatan, Ini Kata Bupati Belitung

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) meminta kepada pedagang dagangan yang berada di pasar Tradisional Tanjungpandan, mentaati aturan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Selasa (28/4) ketika membagikan masker di Pasar Baro Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) meminta kepada pedagang dagangan yang berada di pasar Tradisional Tanjungpandan, untuk menjalankan keputusan dan kesepakatan hasil rapat.

Terutama untuk mentaati aturan dan protokol kesehatan, selama berdagang menjelang perayaan Idul Fitri 2020.

Diantara yang di sepakati, yaitu membuat jarak antara satu lapak dengan lapak yang lain yaitu dua meter hingga dua meter setengah. Pedagang kemudian harus menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

"Terus yang mengkoordinir nya, langsung dari Pemerintah dan tim istilah nya. Saya minta tolong kesepakatan dan keputusan itu di jalankan, itu kan semua sudah dilakukan pengaturan," ungkap Sanem kepada Posbelitung.co, sabtu (16/5/2020).

Ia sendiri, kemarin sudah meninjau lokasi dan kondisi pasar tersebut, sehingga untuk permasalahan ini tidak bisa dibiarkan. Ini mengingat situasi sekarang, sedang dalam kasus covid-19.

"Jangan merasakan Belitung ini zona hijau, saya tidak melarang berjualan dan itu sudah di toleransi, tapi jaga jarak. Padahal jaga jarak ini untuk memudahkan semua nya dari pada berdempetan - dempetan, itu tentu tidak nyaman," tegas Sanem.

Ia meminta kembali kepada pedagang, agar membedakan antara situasi tahun - tahun sebelumnya, dengan sekarang ini. Lantaran tahun ini ada permasalahan virus corona yang sudah menjadi permasalahan di dunia.

"Ini yang harus dipahami secara serius, ini bukan main -main, jangan sampai hanya karena ini semua nanti terkena dampak. Ya percuma untung banyak istilahnya, tapi ujung - ujung terdampak corona, kalau kita berbicara buruk nya," bebernya.

Sanem pula menyakini, dengan kondisi sekarang ini daya beli masyarakat tidak akan ramai seperti tahun - tahun sebelumnya. Apabila sekarang ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan jasa online untuk berbelanja.

"Nah seharusnya pedagang sudah bisa beralih ke online juga, dan saya yakin masyarakat juga tidak mau datang apabila terjadi desak-desakan, dan memang sekarang ini orang lebih banyak memanfaatkan membeli online," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved