Berita Belitung Timur

Pandemo Covid-19 Masih Ada, Operasi Pasar Murah di Beltim Belum Bisa Digelar

Asep Suhayanto mengaku dengan adanya anggaran Dinas Perdagangan biasanya memang dilakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga jelang hari raya

Posbelitung/suharli
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Belitung Timur, Asep Suhayanto. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur, pada bulan Ramdan 2020 tidak mengadakan Operasi pasar murah yang biasanya dilaksanakan.

Kepala Bidang Perdagangan, Asep Suhayanto mengaku dengan adanya anggaran Dinas Perdagangan biasanya memang dilakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga jelang hari raya idul fitri.

Menurutnya, sehubungan adanya wabah pandemi covid-19, anggaran tersebut masuk dalam belanja tidak tetap (BTT) dan program akan diubah dari stabilisasi harga jelang hari raya.

"Jadi nanti operasi pasarnya dalam rangka mengurangi beban dampak covid-19. Jadi tidak mesti di bulan ramadan, mungkin setelah lebaran baru dapat dilaksanakan," ujar Asep Minggu, (17/5/2020).

Dia menjelaskan sebelum diadakan operasi pasar, karena pelaksanaannya harus bekerja sama dengan bulog, DPMPTSPP Beltim akan memeriksa lebih dulu ketersedian bahan pokok yang sudah ada di bulog.

"Senin (18/5) baru kami periksa ke bulog karena sesuai dengan oidato bupati beberapa waktu lalu, operasi pasar murah maksimal bisa dilakukan sebanyak tiga kali, dalam rangka meringankan beban dampak pandemi ini," ujarnya.

Terkait kebutuhan pokok Asep mengaku dua komuditas yang disorotin saat ini yaKni gula dan bawang merah, menurutnya beberapa waktu lalu telah dilakukan vicon bersama dengan Satgas pangan Polda Babel.

Menurutnya Kalau gula sudah masuk ke distributor baru disalurkan ke subdistributor yang ada di Belitung Timur.

"Kami baru akan melakukan pengencekan pada hari senin, sudah masuk atau belumnya gula di tanjungpandan. Kami dan satgas pangan akan memastikan Kalau gula sudah masuk dan harganya masih diatas HET, kami akan cara apa penyebabnya, dan memeriksa kondisi nyata dipasaran," ujarnya.

"Beberapa waktu lalu kami Vicon dengan ketua satgas pangan Polda Babel untuk memantau komuditas gula dan bawang, ada penenganan dari kepala dinas perdagangan seperti itu," imbuhnya.

Menurutnya harga Kisaran gula perkilogram saat ini harga sekarang mencapai Rp 17.000 dari sedangkan harga Het Rp 15.000.

Dia menjelaskan untuk bawang merah juga ada penekanan terkait harga karena bawang datang beberapa daerah yakni dari kalimantan, jawa tengah, jawa timur, dan impor, dan Berebes.

Menurutnya harga bawang merah dari kabupaten berebes perkilogram mencapai Rp 60.000.

"Nah saat ini ada perintah dari ketua satgas pangan langsung dari mabes polri. dari harga bawang berebes memang nomer 1 (paling tinggi). nah tren saat ini di pedagang baik itu bawang berebes atau dari daerah lain harganya sama,harusnya kan berbeda," bebernya. (lui)

Penulis: Suharli
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved