Breaking News:

Google Kembali Dituding Menjalankan Praktik Monopoli Iklan

Sebagian besar layanan ditawarkan secara gratis dengan imbalan informasi pribadi yang membantu Google menjual iklannya.

reuters.com
GOOGLE1 

Google sendiri bertindak kooperatif dengan menyerahkan lebih dari 100 ribu dokumen kepada penyelidik kasus ini.

Paxton mengatakan bahwa fokus utama dari penyelidikan ini adalah jaringan periklanan online yang dimiliki oleh Google.

"Kami pikir Google memiliki 7.000 titik data yang berkaitan dengan setiap manusia. Selain itu mereka juga mengendalikan pembeli, penjual dan pasar. Kami khawatir bahwa hal ini memberi mereka terlalu banyak kekuatan," kata Paxton.

Investigasi ini meliputi peran Google dalam bisnis periklanan yang dinilai sangat masif.

Namun, investigasi ini tidak melibatkan kebijakan-kebijakan Google pada platform yang dimilikinya, seperti YouTube dan Google Play Store.

Investigasi ini juga menarik perhatian politisi, terutama mesin-mesin politik Partai Republik yang segera menjadikannya bahan kampanye.

Konfirmasi Google

Google sendiri belum mengonfirmasi laporan yang dikeluarkan oleh The Wall Street Journal tersebut.

"Kami terus terlibat dalam investigasi yang dipimpin Departemen Kehakiman AS dan Jaksa Agung Paxton. Kami tidak menanggapi spekulasi apapun yang beredar saat ini," sebut perwakilan resmi Google.

Paxton sendiri mengakui bahwa dirinya menaruh harapan besar pada proses penyelidikan ini. "Kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan penyelidikan ini," kata Paxton.

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved