Breaking News:

Google Kembali Dituding Menjalankan Praktik Monopoli Iklan

Sebagian besar layanan ditawarkan secara gratis dengan imbalan informasi pribadi yang membantu Google menjual iklannya.

reuters.com
GOOGLE1 

Bukan yang pertama

Ini bukan pertama kalinya Google mengalami tudingan menjalankan praktik monopoli.

Dikutip dari Business-Standar, sebelumnya Komisi Perdagangan Federal menutup penyelidikan ekstensif terhadap dugaan pelanggaran Google pada 2013 tanpa mengambil tindakan apa pun.

Karena saat itu mereka menyimpulkan bahwa perusahaan itu tidak merugikan konsumen.

Sejak itu, Google telah tumbuh lebih kuat di bawah payung induk perusahaan, Alphabet, yang muncul lima tahun lalu.

Ketika FTC menutup kasusnya, Google menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 50 miliar dollar AS.

Tahun lalu, penghasilan Alphabet meraup pemasukan 162 miliar dollar AS.

Sebagian besar uang berasal dari pasar iklan digital yang Google mendominasi bersama dengan saingan jejaring sosial Facebook, target potensial lain dari regulator antimonopoli.

Namun, belum ada kabar apakah Facebook akan digugat. Google adalah salah satu yang terbesar dari dua raksasa iklan online, sebagian besar berkat mesin pencari yang telah menjadi identik dengan mencari sesuatu.

Perusahaan juga memiliki browser web terkemuka di Chrome, sistem operasi seluler terbesar di dunia di Android, situs video teratas di YouTube dan sistem pemetaan digital paling populer.

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved