Virus Corona di Bangka Belitung

Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, Gubernur Perbolehkan Salat Ied di Masjid dan Lapangan

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, telah melaksanakan rapat terkait penentuan pelaksanan ibadah salat Ied yang dilaksanakan pada Idul Fitri

Dok/Bangkapos.com
Ilustrasi Salat Tarawih di Masjid Jamik Pangkalpinang, Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, telah melaksanakan rapat terkait penentuan pelaksanan ibadah salat Ied yang dilaksanakan pada Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Covid-19, di ruang Pasir Padi, Senin (18/5).

Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, telah mengeluarkan kebijakan untuk pelonggaran melaksanakan ibadah bagi masyarakat Bangka Belitung, melihat telah menurunkan kasus penyebaran Covid-19 di Babel saat ini, dan memperbolehkan masyarakat untuk shalat di masjid dan tanah lapang.

"Pertama mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak nanti shafnya diatur, terus pelaksanaan singkat dimulai jam 07.00 WIB sampai 70.30 WIB sudah selesai, ketika mulai dari iqomah melaksakaan ibadah ditambah khutbah setengah jam dilanjutkan membaca surat pendek dan kutbah singkat, tidak ada jabatan tangan, salamanya, yang tidak berjabatan dengan tangan, dan saat pulang diatur dengan tertib," jelas Erzaldi kepada Bangkapos, Senin (18/5).

Menurut Erzaldi mereka yang beribadah salat ied tidak dibolehkan membawa anak usia dibawah 12 tahun karena dianggap rentan.

"Tidak boleh membawa anak dibawah 12 tahun karena anak anak ini sangat rentan, juga jangan sampai ketidaktahuan mereka bisa menambah penyebaran, karena kita tidak tahu orang sehat ada virus juga. Terakhir untuk pejabat dan pengusaha serta tokoh masyarakat tidak mengadakan open house, bersilaturahmi silakan tetapi tetap jaga jarak, habis salat tidak ada perkumpulan seperti nganggung dan sebagainya," ingat Erzaldi.

BLT Rp 600 Ribu Dibagikan ke Warga Jadi Rp 150 Ribu, Kades hingga Bendahara Diperiksa Polisi

Selain beribadah dilonggarkan Gubernur Babel Erzaldi mengatakan akan malakukan pengaturan pasar dengan cara ganjil genap terhadap pedagang yang berjualan di Pasar.

"D isitu ada kami membuat kebijakan yaitu kita mulai tahapan pelongggaran dalam rangka pencegahan Covid-19 pelongaran berupa pertama melakukan terus sosialisasi terhadap beberapa sering berkumpul orang ramai, seperti di pasar akan melaksanakan pembagian wilayah penerapan genap, ganjil dilaksanakan, ganjil berjualan hari/tanggal ganjil dan berjualan pada hari/tanggal genap segera akan diterapkan," saran Erzaldi.

Dia juga menyampaikan terkait penggunaan masker yang harus wajib digunakan, dan pihak kepolisian akan menindak seperti merazia mereka yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

"Berikutnya petugas akan merazia orang keluar rumah tidak melakukan Prtokol Covid memakai masker dan masih berkumpul di warung dan lain sebagainya ini akan dilakukan penindakan. Ketiga tempat ibadah tempat dilakukan pelonggaran, dengan tetap menjalankan Protokol Covid-19 jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker, dan bagaimana kita menyikapi shalat Idul Fitri yang diadakan di lapangan dengan ketentuan mematuhi Protokol Covid-19,"ungkapnya

100 Negara Dukung Resolusi WHO Selidiki Asal-usul Virus Corona Covid-19, Indonesia Masuk?

Dikesempatan ituErzaldi Rosman menyatakan untuk mushola dan masjid yang ada di Babel boleh melaksanakan salat Ied berjamaah dengan aturan ditetapkan seperti tetap menggunakan masker.

Halaman
1234
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved