Virus Corona di Bangka Belitung

Hasil Rapid Test Massal di Pasar Kite Sungailiat Satu Pedagang Reaktif, Lakukan Penyelidikan Epidemi

Dari target 300 orang yang mengikuti rapid test massal sebanyak 271 orang yang dilaksanakan di Kantor UPT Pasar Kite Sungailiat, Senin (18/5/2020).

BANGKA POS/RESHA JUHARI
ALAT RAPID TEST - Petugas medis menggunakan alat rapid test di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/4/2020). 

POSBELITUNG.CO-- Antusias warga untuk mengikuti rapid test massal yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, BPBD Provinsi Kepulauan Babel dan RSUD Depati Bahrin Sungailiat  cukup tinggi.

Dari target 300 orang yang mengikuti rapid test massal sebanyak 271 orang yang dilaksanakan di Kantor UPT Pasar Kite Sungailiat, Senin (18/5/2020).

"Dari hasil rapid test massal ini diketahui satu orang peserta, Ak (46), pedagang pasar hasilnya reaktif sedangkan 270 orang lainnya non reaktif," kata Boy Yandra, Juru Bicara Tim GTPPC Kabupaten Bangka kepada Bangkapos.com, Senin (18/5/2020) sore.

Ditambahkannya, target peserta sebanyak 300 orang tetapi yang mendaftar hanya 271 orang.

"Para peserta dari pedagang, tukang parkir, ASN, anggota TNI, Polri, dan masyarakat umum lainnya," kata Boy Yandra.

Menurutnya, upaya selanjutnya terhadap Ak (46) adalah dilakukan penyelidikan epidemilogi dan dilakukan pengambilan sampel Swab untuk diuji laboratorium pada hari Selasa (19/05/2020).

"Sedangkan yang melakukan kontak dengan Ak khususnya anggota keluarganya akan dilakukan rapid test besok," jelas Boy Yandra.

Pelaksanaan Rapid Test massal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, BPBD Provinsi Kepulauan Babel dan RSUD Depati Bahrin Sungailiat diikuti 271 orang peserta di Kantor UPT Pasar Kite Sungailiat, Senin (18/05/2020)
Pelaksanaan Rapid Test massal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, BPBD Provinsi Kepulauan Babel dan RSUD Depati Bahrin Sungailiat diikuti 271 orang peserta di Kantor UPT Pasar Kite Sungailiat, Senin (18/05/2020) (Bangkapos.com/Edwardi)

Diungkapkannya kondisi Ak (46) selama 3 hari terakhir ini memang kurang fit, kurang tidur sehingga hasilnya reaktif. Namun diharapkan hasil uji lab swabnya nanti negatif.

"Kita sangat bersyukur sekali karena minat masyarakat untuk melakukan rapid test ini cukup tinggi, terutama para pedagang pasar dan juru parkir. Memang yang tidak mau ikut rapid test karena kondisinya tidak sehat dan ada rasa ketakutan, sebenarnya masyarakat jangan merasa takut untuk mengikuti rapid test ini," harap Boy Yandra.

Boy Yandra terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak berkumpul dan terus melakukan jaga jarak, selalu gunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas dengan sabun dan air mengalir serta jangan lupa berdoa.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved