Berita Belitung

Idap Atresia Isofagus, Bayi Di RSUD Marsidi Judono Harus Segera Dirujuk ke Jakarta untuk Dioperasi

Bayi bernama Abizar Ramadhan yang lahir pada Senin (13/5/2020) lalu mengidap kelainan bawaan lahir disebut Atresia Isofagus.

Ist/Wabup Belitung Isyak Meirobie
Kondisi bayi Abizar Ramadhan. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Bayi bernama Abizar Ramadhan yang lahir pada Senin (13/5/2020) lalu mengidap kelainan bawaan lahir disebut Atresia Isofagus.

Menurut Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra SpAn, bayi tersebut mengalami gangguan saluran pencernaan, dimana esofagus bayi tidak berkembang dengan baik.

Akibatnya sang bayi tidak bisa menelan cairan liur maupun asupan lainnya, sehingga cairan liur tersebut berpotensi keluar lagi dari mulut ataupun hidung dan yang berbahaya masuk ke saluran paru-paru.

"Makanya pasien harus segera dioperasi untuk menyambung saluran pencernaannya. Sementara ini masih dirawat di RSUD," jelas Hendra kepada posbelitung.co, Jumat (22/5/2020).

Ia mengakui di tengah pandemi Covid-19 saat ini menjadi kendala untuk proses rujukan pasien.

Menurutnya proses pengantaran bayi dari Belitung menuju Jakarta tentunya beresiko baik pasien maupun perawat pendamping karena kalau melewati area zona merah.

Akan tetapi jika tidak dirujuk, pasien juga tidak bisa ditangani karena keterbatasan sarana prasarana medis maupun tenaga ahli.

"Kalau saya silahkan saja, mau dirujuk atau tetap di sini," ungkapnya.

Ia menyarankan, jika pasien ditransport dari Belitung menuju Jakarta harus dalam kondisi aman sama halnya dengan pendamping.

Selain itu, pendamping merupakan ahli yang harus punya keahlian untuk melakukan suction jika sewaktu-waktu dibutuhkan ketika diperjalanan.

Bahkan sarana transportasinya juga harus dilengkapi dengan peralatan tersebut.

Kemudian, prosesnya tetap harus mengedepankan social distancing terlebih bandara Soekarno Hatta merupakan tempat berkumpulnya penumpang dari berbagai daerah.

"Makanya saya merekomendasikan menggunakan private jet tapi belum tahu selanjutnya bagaimana," ungkap Hendra.

Ia menambahkan bayi tersebut juga harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kelainan kongenital lainnya, sebab, pada kasus kongenital atau bawaan lahir harus diwaspadai terjadinya kongenital lainnya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved