Berita Belitung

Ini Uang Yang Dihabiskan Untuk Update Alat PCM, Agar Bisa Lakukan Pengujian Swab Tenggorokan

software pengoperasian alat tersebut dilakukan update, dan pembelian cartridge yang mengeluarkan banyak biaya.

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra SpAn 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra mengatakan, update alat PCM, agar bisa dipergunakan untuk pengujian swab tenggorokan, terbilang tidak begitu besar menggeluarkan anggaran.

Lantaran hanya software pengoperasian alat tersebut dilakukan update, dan pembelian cartridge yang mengeluarkan banyak biaya.

"Yang paling mahal nya cartridge dan Bio Sepling Cabinet (BSC), itu saja. Itu harga nya Rp 100 juta lebih. Ditambah untuk mempersiapkan ruangan nya, tidak sampai Rp 200 juta semua biaya nya," ungkap dr Hendra kepada posbelitung.co, Jumat (22/5/2020).

Sekarang ini, kata dia, alat PCM ini sedang dipersiapkan untuk di operasikan, apabila selesai hari atau besok, maka sudah bisa langsung dipergunakan.

"Jadi tidak perlu lagi mengirim sampel ke Jakarta, cukup disini saja, hasilnya cepat akan keluar. Ini masih free, karena pengadaan Pemerintah Pusat, terkecuali nanti sudah dibisniskan, atau orang yang mengajukan swab, kemungkinan baru dikenakan biaya," ujarnya.

Apabila Kabupaten Belitung Timur ingin melakukan uji sampel swab, Hendra mengatakan, belum bisa dipastikan bisa diterima atau tidak, lantaran RSUD lebih memprioritaskan kasus - kasus yang ada di Belitung.

"Tapi lihat nanti kerjasama nya seperti apa, soal nya ini cartridge nya terbatas, soalnya yang jualan cartridge ini hanya ada di dua negara yaitu Amerika dan Swedia, itu pun harus Pemerintah Pusat pengadaan nya," bebernya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved