Breaking News:

Berita Belitung Timur

Periksa 50 Saksi Dugaan Mark Up BBM di Beltim, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Karena Alasan Ini

Kejari Belitung Timur berhati-hati dalam menetapkan tersangka kasus dugaan mark up BBM meskipun sudah memeriksa 50 orang saksi terkait

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Hendra
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kasi Intel Kejari Beltim Adityo Utomo. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR -- Kejaksaan Negeri Belitung Timur hingga saat ini sudah memeriksa 50 saksi terkait dengan kasus dugaan mark up BBM oleh Pemerintah Daerah Beltim kurun waktu 2012 hingga 2018.

Sebanyak 50 saksi tersebut merupakan kepala OPD, bendahara, BPK, Sekda, hingga Wakil Bupati Burhanudin.

Kajari Beltim melalui Kasi Intel Kejari Beltim Adiyto Utomo mengatakan pemeriksaan akan terus dilakukan guna mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti.

"Termasuk dari penyedianya yakni PT MPP sudah kami periksa sebagai saksi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPK perwakilan Bangka Belitung di Pangkalpinang," kata Adityo kepada posbelitung.co, Rabu (27/5/2020).

Ia mengakui sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena dalam menetapkannya harus hati-hati.

Harus dalam dan bukti-bukti yang kuat baru bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka.

Dalam perjalanan kasus ini juga dihadapkan pada kendala covid-19. Pihaknya tidak bisa bertanya kepada ahli, termasuk pihak Pertamina dan BPH Migas terkait regulasi-regulasi yang notabene berada di Jakarta dan merupakan zona merah.

"Kalau vicon tidak efektif dalam melakukan proses penyidikan. Namun, kami pastikan proses penyidikan ini terus berjalan," kata Adityo yang merupakan orang Pontianak ini.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Belitung Timur menaikkan status ke tahap penyidikan terhadap kasus dugaan penggelembungan pada pembayaran bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemkab Belitung Timur kepada PT. MPP pada Selasa (18/2/2020) lalu.

Nominal penggelembungan sebesar Rp 300 per liter dari harga eceran tertinggi (HET) bagi masing-masing jenis BBM.

Seluruh OPD di Beltim bekerjasama dengan pihak ketiga tersebut setiap awal tahun dengan periode perjanjian bervariasi.

Kerjasama ini telah dilakukan sejak tahun 2012. Pengusutan kasus ini berdasarkan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan Pangkalpinang nomor 83.C/LHP/XVIII.PPG/06/2019 tanggal 18 Juni 2019.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved