Breaking News:

Dua Pria Ditangkap, Kedapatan Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan

Komunitas Suara Pelindung Hutan pernah melaporkan AC sebagai perambah dan penyelundup tumbuhan dilindungi di Indonesia.

kompas.com
Nepenthes attenboroughii | Daily Mail 

POSBELITUNG.CO, PONTIANAK - Direktorat Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, menangkap dua pria pelaku perburuan dan perdagangan tumbuhan satwa liar jaringan internasional.

Kedua pria berinisial RB (23) dan MT (32) itu ditahan bersama barang bukti 25 paket kantong semar spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp dan sejumlah tumbuhan lainnya.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono mengatakan, dari hasil penyidikan, kedua pelaku memadok tumbuhan dan satwa liar kepada seseorang berinisial AC, warga negara Taiwan.

AC diketahui menjual berbagai jenis kantong semar yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara. Komunitas Suara Pelindung Hutan pernah melaporkan AC sebagai perambah dan penyelundup tumbuhan dilindungi di Indonesia.

"Berdasarkan pengakuan RB dan MT, tumbuhan dilindungi itu dijual Rp 500.000 per pokok atau batang," kata Sustyo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2020).

Menurut Sustyo, kedua pelaku RB dan MT, sudah sejak 2017 mengambil kantong semar di Taman Wisata Alam Gunung Kelam.

Kemudian mereka menjualnya secara online kepada pembeli dari luar Pulau Kalimantan, dan pembeli internasional antara lain dari Taiwan, Penang, Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia.

"Ini pertama kali Gakkum KLHK menyidik kasus perdagangan tumbuhan dilindungi. Kami akan mengembangkan kasus ini, terutama menelurusi jaringan internasional penyelundupan tanaman dilindungi," ucap Sustyo.

Selain kedua pelaku, Balai Gakkum Kalimantan juga mengamankan barang bukti berupa 25 paket kantong semar (spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp), 1 paket Sonerila, 1 paket Komalomena silver, Vilodendrum boceri, Labisia kura-kura, Alokasia silver.

Penyidik akan menjerat keduanya dengan Pasal 21 Ayat 1 Huruf a juncto Pasal 40 Ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, Penyidik KLHK menetapkan RB (23) pemilik tumbuhan Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp sebagai tersangka, sedangkan MT (32) diperiksa sebagai saksi.

"Saat ini tersangka telah dititipkan ke rumah tahanan Polda Kalimantan Barat," jelas Sustyo.

Kantong semar spesies Nepenthes clipeata termasuk tumbuhan karnivora endemik yang hanya tumbuh di Bukit Kelam, Sintang, Kalbar.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2014 menetapkan Nepenthes clipeata yang tumbuh di celah-celah curam batuan granit ini dalam red list sebagai critically endangered atau sangat berisiko punah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap"

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved