Teka-teki Sosok Putri Duyung, Begini Kesaksian Pelaut yang Bertemu, Ada yang Menangis?

Diketahui, seorang pelaut mengaku pernah melihat sosok putri duyung pada tahun 1995 di perairan Kepulauan Zhoushan, China.

YouTube Guardian Image
Ilustrasi putri duyung. 

Teka-teki Sosok Putri Duyung, Begini Kesaksian Pelaut yang Bertemu, Ada yang Tampak Menangis

POSBELITUNG.CO - Sosok putri duyung sering kita dengar di berbagai cerita dongeng.

Keberadaan putri duyung sendiri masih menjadi misteri hingga sekarang.

Putri duyung kerap disebut sebagai makhluk mitologis.

Diketahui, seorang pelaut mengaku pernah melihat sosok putri duyung pada tahun 1995 di perairan Kepulauan Zhoushan, China.

Pada saat itu, si pelaut mengungkapkan bahwa dirinya melihat seekor putri duyung duduk menangis di batu karang.

Setelah itu, si pelaut langsung menceritakan kejadian itu ke pihak berwenang.

Saat mereka menyusuri tempat itu, mereka tidak menemukan sosok putri duyung yang dimaksud.

Sejumlah catatan sejarah juga pernah dibuat untuk membuktikan keberadaan sosok putri duyung.

Catatan sejarah tentang putri duyung ditemukan di buku Chinakuno, Shan Hai Jing.

Dilansir dari Chinadaily.com, putri duyung awalnya disebut sebagai makhluk lingyu atau renyu. 

Menurut catatan sejarah, makhluk tersebut memiliki wajah manusia, tubuh ikan dan hidup di laut.

Buku itu juga mengungkapkan bahwa selain lingyu, ada jenis putri duyung lainnya, termasuk chiru, diren, dan huren.

Dalam satu bab, putri duyung digambarkan terdengar seperti bayi yang menangis dan memiliki empat kaki.

Sosok putri duyung juga pernah dibahas di buku yang ditulis pada masa Dinasti Ming (1368-1644), Sou Shen Ji.

Buku tersebut mencatat putri duyung bernama jiaoren yang tinggal di Laut Cina Selatan.

Saat menangis, air mata mereka disebut bisa berubah menjadi mutiara.

Kain atau sutra yang dibuat oleh jiaoren disebut jiaoxiao atau jiaosha, istilah itu disebutkan dalam banyak karya sastra kuno Tiongkok.

Tak hanya di Asia saja, sosok putri duyung juga muncul di sejumlah buku kuno bangsa Barat.

Seorang navigator bernama Magellan mengaku menemukan seekor putri duyung di selat Magellan.

Magellan menuliskan seorang wanita yang setengah tubuhnya berada di dalam air.

Selain itu, seorang navigator asal Belanda bernama Hudson juga pernah mencatat kesaksiannya bertemu putri duyung tahun 1608 silam.

Dilansir dari livescience.com, kisah pertemuan dengan putri duyung pernah dituangkan di buku "Incredible Mysteries and Legends of the Sea" karya Edward Snow.

Seorang kapten laut di lepas pantai Newfoundland menggambarkan pertemuannya pada tahun 1614: "Kapten John Smith melihat seekor putri duyung berenang."

Patung 'The Little Mermaid' di Copenhagen, Denmark.
Patung 'The Little Mermaid' di Copenhagen, Denmark. (Denmark.net)

Putri duyung itu disebut memiliki mata besar, hidung agak pendek dan kuping yang berbentuk sempurna.

Kesaksian selanjutnya datang dari Asia pada Januari 1931.

Seorang nelayan mengaku menemukan sosok putri duyung di pantai daerah Dashufang, Taiwan.

Makhluk yang disebut-sebut putri duyung itu memiliki panjang 3 meter dan berat sekitar 200 kilogram.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada Mei 1955, sosok putri duyung juga ditemukan di Provinsi Guangdong, China.

Setelah itu, penelitian pun kembali dilakukan pada Oktober 1975.

Para nelayan dan Brigade Perang Angkatan Laut China melakukan penelitian di Provinsi Guangxi, China.

Pada saat itu, teleskop merekam objek asing pukul 9 pagi.

Alhasil, mereka pun langsung menangkap makhluk yang diduga putri duyung tersebut.

Namun, mereka dibuat kaget saat mengetahui bahwa penampilan fisik makhluk itu justru mirip dengan ikan hiu.

Lebih lanjut, makhluk yang diduga putri duyung itu ternyata merupakan hewan laut kelas mamalia keluarga Aphididae.

Hewan laut tersebut biasanya ditemukan di Samudra Hindia dan Laut China Selatan.

(TribunStyle.com/Tiara Susma)

Artikel ini telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul Teka-teki Sosok Putri Duyung, Begini Kesaksian Pelaut yang Bertemu, Ada yang Tampak Menangis

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved