Breaking News:

Berita Belitung

Dampak Pandemi Corona, Mau Tahu? Ini Beberapa Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Belitung yang Ditunda

Ada beberapa layanan yang ditunda dulu pelaksanaannya sembari menunggu Kabupaten Belitung sudah zona hijau.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Dok/Dinkes Belitung
Sosialisasi pedoman pelayanan kesehatan keluarga di puskesmas selama masa pandemi Covid-19 di ruang pertemuan dinkes, Kamis (4/6/2020) kemarin. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung drg Popy Aprilina menyampaikan pedoman terbaru pelayanan kesehatan keluarga pada masa pandemi.

Menurutnya, ada beberapa layanan yang ditunda dulu pelaksanaannya sembari menunggu Kabupaten Belitung sudah zona hijau.

"Ini yang meliputi pelayanan kesehatan pada ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita, remaja, lansia dan pelayanan imunisasi, KB dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat. Di mana pelayanan posyandu balita, posyandu lansia, posbindu PTM dan UKBM lainnya selama masa pandemi ini harus ditunda dulu," jelas Popy, Jumat (5/6/2020).

Penjelasan ini disampaikannya saat sosialisasi pedoman pelayanan kesehatan keluarga di puskesmas selama masa pandemi Covid-19 di ruang pertemuan dinkes, Kamis (4/6/2020).

Ia menjelaskan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat diharuskan disiplin menghindari keluar rumah dan memakai masker.

Selain itu juga menerapkan perilaku hidup bersih sehat dan menjaga jarak fisik dengan orang lain yang membatasi mobilitas penduduk sehingga berdampak pada aksesibilitas pelayanan kesehatan.

Hal ini dapat menimbulkan risiko gangguan kelangsungan pelayanan kesehatan pada semua sasaran usia di masyarakat, yang berpotensi meningkatkan kesakitan dan kematian.

Untuk itu perlu diambil langkah-langkah untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan Covid-19 dan tetap memastikan kelangsungan pelayanan kesehatan esensial pada masyarakat agar tetap berjalan.

"Diperlukan pendekatan yang berbeda untuk mengupayakan kelangsungan pelayanan kesehatan," jelasnya.

Menurut Popy, selain tenaga kesehatan harus sosialisasi upaya pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, juga harus diiringi dengan cara menjaga kesehatan per orangan.

Misalnya tenaga kesehatan harus memberikan nomor telepon atau kanal informasi yang siap dihubungi masyarakat untuk tele-konsultasi atau janji temu jika memerlukan pelayanan lebih lanjut.

Tenaga kesehatan juga harus mengkoordinasikan dengan kader kesehatan untuk membantu memperluas sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan pemantauan wilayah setempat.

Di antaranya dengan memberikan umpan balik jika menemukan warga yang membutuhkan pemantauan atau penanganan dari tenaga kesehatan.

Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dan kerjasama dengan semua pihak, baik lintas program dan juga lintas sektor untuk memastikan adanya sosialisasi kepada seluruh kelompok usia di masyarakat terkait perubahan terhadap jadwal dan tata cara pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun di fasilitas kesehatan lainnya.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved