Breaking News:

Cabut PSBB saat Covid-19 Masih Tinggi, Risma Ibaratkan Diri Karyawan Kena PHK

"Jadi kami sudah tahu siapa pasien itu. Kami tahu detail siapa pasien itu dan kemudian kami langsung lakukan isolasi," papar Tri Rismaharini.

KOMPAS.com/GHINAN SALMAN
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharin 

Awalnya, Risma mengungkit kondisi Surabaya dari sisi epidemiologis.

Menurut dia, Kota Surabaya sudah tanggap melakukan isolasi dan pelacakan pasien positif.

"Jadi kami sudah tahu siapa pasien itu. Kami tahu detail siapa pasien itu dan kemudian kami langsung lakukan isolasi," papar Tri Rismaharini.

Ia lalu mengungkapkan alasan memutuskan untuk mencabutPSBB sekarang.

"Yang kedua ada sektor tertentu yang tidak bisa hidup," ungkapnya.

Risma memberi contoh pada keluarga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi ekonomi yang sulit.

"Sekarang saya tanya, kalau saya kepala keluarga, saya kemudian dapat bantuan sembako dari pemerintah kota. Saya terkena PHK," jelas Risma.

"Saya dapat bantuan sembako 10 kilogram beras dan lain-lain. Kemudian dia tidak bisa bekerja," lanjutnya.

Meskipun sudah ada bantuan sosial, kondisi keluarga semacam ini membuat Risma menjadi prihatin.

"Dia punya istri atau dua anak atau tiga anak. Bisakah kira-kira kita hidup?" ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Populer
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved