Breaking News:

Cabut PSBB saat Covid-19 Masih Tinggi, Risma Ibaratkan Diri Karyawan Kena PHK

"Jadi kami sudah tahu siapa pasien itu. Kami tahu detail siapa pasien itu dan kemudian kami langsung lakukan isolasi," papar Tri Rismaharini.

KOMPAS.com/GHINAN SALMAN
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharin 

Risma memaparkan tidak semua keluarga dapat menabung sebelum kondisi ekonomi memburuk akibat pandemi.

"Sedangkan kemarin saat dia bekerja, itu pendapatannya sehari bisa dimakan untuk sehari. Dia tidak ada potensi untuk nabung," katanya.

"Mungkin dia bisa nabung emas, tapi enggak bisa jual karena tidak ada toko emas yang buka," lanjut Wali Kota Surabaya ini.

Maka dari itu, ia memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBBdan mengizinkan kegiatan masyarakat dengan protokol ketat.

"Karena itu, yang kita lakukan adalah membuat protokol yang saya ketat," papar Risma.

Menurut dia, protokol kesehatan akan dilakukan pada setiap sektor usaha terutama tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

"Saya minta staf, saya sebar. Ini laporannya ada semua. Bagaimana di pertokoan, bagaimana di mal," tutur Risma.

"Kemudian bagaimana di pasar sehingga kami menata pasar itu berat sekali, Pak Karni," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit 15:00

 

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved