Breaking News:

Sumsel Urutan ke Tujuh Terbesar Positif Covid-19 di Indonesia, 1.229 Kasus dan 46 Meninggal Dunia

Tiga laboratorium di Sumatera Selatan saat ini telah difungsikan untuk melakukan pemeriksaan spesiemn terhadap pasien Covid-19.

Editor: Hendra
(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
Tenaga Ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Tim Monitoring Gugus Tugas Nasional, Brigjen TNI Edison Simanjuntak, saat melakukan peninjauan alat swab milik Rumah Sakit Pusri di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (10/6/2020). 

POSBELITUNG.CO, PALEMBANG,  -- Jumlah kasus positif covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19, per 10 Juni 2020 sebanyak 1.229 kasus.

Sedangkan yang meninggal dunianya sebanyak 46 orang.

Dari jumlah sementara ini, Provinsi Sumatera Selatan menempati urutan ke tujuh besar provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak.

Tenaga Ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Tim Monitoring Gugus Tugas Nasional, Brigjen TNI Edison Simanjuntak mengatakan, lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel lantaran masifnya tracing yang dilakukan.

Pelacakan masif, penanganan cepat

Menurut Edison, dengan terlacaknya seluruh kasus di Sumsel, maka penanganan Covid-19 dapat cepat dilakukan.

"Penguatan laboratorium menjadi fokus yang tepat dilakukan untuk mencari pasien terinfeksi lain sehingga kurva Covid-19 dapat ditekan. Sumsel memang agak berkembang dan termasuk jajaran top di regional Sumatera kondisinya begitu karena luas tracing yang dilakukan,"kata Edison di Palembang, Rabu (10/6/2020).

Edison mengungkapkan, tiga laboratorium di Sumatera Selatan saat ini telah difungsikan untuk melakukan pemeriksaan spesiemn terhadap pasien Covid-19.

Tiga lab itu berada di Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya (Pusri), Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Optimalkan 3 laboratorium swab

"Laboratorium di Sumsel sudah ideal. Tinggal sekarang mengoptimalkann pemeriksaan, sehingga hasil real swab dapat cepat diketahui,"ujarnya.

Dengan adanya tiga laboratorium yang dioptimalkan, Gugus Tugas Nasional dan Daerah akan melakukan pemantauan ke depan, terkait lonjakan jumlah kasus positif di Sumsel.

"Belum ada surat pengajuan mobile Swab dari Sumsel. Sekarang kita lihat dulu, tiga lab ini optimal atau tidak. Harapannya, pemerintah pusat dan daerah dapat berkomunikasi lebih intens lagi untuk menghindari kesalahpahaman dalam mengimplementasikan kebijakan percepatan penanganan Covid-19," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumlah Kasus Covid-19 Sumsel Ranking 7 se-Indonesia, Ini Penjelasan BNPB",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved