Breaking News:

Korban Tenggelam di Sungai Manggar

Begini Penjelasan Kepolisian Kronologis Tewasnya Dede Purnadi yang Tenggelam di DAS Manggar

Dede Purnadi (21) yang tewas tenggelam di areal tambang inkovensional (TI) rajuk di Kawasan Hutan Mangrove DAS Manggar perbatasan Manggar-Damar

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Dede Purnadi (21) yang tewas tenggelam di areal tambang inkovensional (TI) rajuk di Kawasan Hutan Mangrove DAS Manggar perbatasan Manggar-Damar, Kamis (11/6/2020).

Menurut Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho ini bukan merupakan kecelakaan tambang karena yang menjadi korban bukan seorang penambang.

"Dia itu ngereman atau istilahnya menyambang atau membantu dalam pencucian biji timah agar bisa mendapat timah juga," kata AKP Ghalih kepada posbelitung.co, Kamis, di ruang kerjanya.

Ghalih menceritakan bahwa kronologis awalnya kemarin, Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 16.00 WIB, Dede pergi ngereman bersama dua temannya.

Lalu pukul 19.00 WIB saat sudah mendapatkan hasil, Dede dan dua temannya balik ke darat yang jaraknya 100 meter dari ponton mereka.

Menurut keterangan temannya, lanjut Ghalih, mereka ke darat dengan cara berenang.

Di tengah perjalanan, Dede teriak kalau timah yang didapatkannya jatuh sedangkan dua temannya sudah jauh di depan. Saat temannya itu sampai di darat ternyata Dede sudah tidak ada lagi kelihatan.

"Dua temannya ini langsung ke tengah lagi mencari Dede. Namun karena kondisi sudah malam jadi mereka ke darat lagi dan langsung memberitahu keluarga korban," ungkap Ghalih.

Lalu, pagi tadi keluarga korban, TNI, Kepolisian, Basarnas, BPBD, dan masyarakat sekitar mencari keberadaan korban yang tenggelam. Sekitar satu jam pencarian menggunakan dua boat akhirnya Dede bisa ditemukan.

"Tadi ditemukan lebih kurang pukul 10.00 WIB dalam kondisi sudah tak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan bekas luka, baik tajam maupun tumpul. Bekas gigitan binatang juga tidak ada. Hanya keluar cairan dari mata, hidung, dan telinga korban. Sementara dugaan medis murni tenggelam," jelas AKP Ghalih.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved