Korban Tenggelam di Sungai Manggar
Ketua Relawan Fordas Soroti TI Di Kawasan Mangrove DAS Manggar
Ketua Relawan Fordas Belitung Timur, Yudi Senga turut menyoroti kawasan Manggarove DAS Manggar yang terdapat banyak tambang inkonvensional( TI) rajuk.
POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Ketua Relawan Fordas Kabupaten Belitung Timur, Yudi Senga turut menyoroti kawasan Manggarove DAS Manggar yang terdapat banyak tambang inkonvensional( TI) rajuk.
Terlepas dari Peristiwa tenggelamnya seorang remaja di kawasan Manggrove setelah ngereman Timah, di TI Rajuk DAS Manggar.
Yudi berpendapat kelestarian DAS merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat.
Dia berpendapat ada beberapa faktor penyebab hingga kawasan seperti DAS terkhusus Hutan Mangrove, atau lokasi dilarang menambang, namun masih ada aktifitas menambang didalamnya.
"Pertama, kurang ketegasan dalam penegakan hukum, kedua kurangnya pengawasan DAS dari seluruh elemen masyarakat seperti nelayan atau warga setempat melaporkan bila ada tindakan tambang ilegal di kawasan DAS terutama hutan Mangrove. ketiga, bila alasanya perut (ekonomi) tidak ada solusi lain, kalau memang alasanya demikian kalau lokasi memang bisa ditambang harus ada tanggung jawab reklamasi dan penghijauan kembali harus jelas, keluarkan suratnya jadi tidak harus kucing-kucingan," ungkap Yudi.
Menurutnya, untuk alasan ekonomi bila kawasan tersebut dijadikan lokasi tambang tentunya harus ada yang bertanggung dan harus ada aturan yang jelas.
"Siapa yang bertanggung jawab misalnya bupati, kepala desa atau perusahan timah, membuat suatu perjanjian dengan para penambang yang akan menambang, tanggung jawab penghijauan kembali serta dijelaskan teknik menambang seperti apa, setelah menambang wajib reklamasi kembali," saran Yudi.
"Harus ada win-win solution. Jika alasan tidak ditertibkan karena mereka tidak punya mata pencaharian lain, dan kalau tidak diiyakan dampaknya akan ada peningkatan kriminalitas, namun perlu dilihat juga di sisi lain, alam tentu rusak habitat hewat seperti udang kerang tentunya terganggu," tegas Yudi.
Menurutnya, perkiraan adanya TI rajuk di kawasan DAS Manggar tersebut telah ada sekitar dua tahun.
Dia pun berpesan bekerjalah sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
Kronologis Tewasnya Dede
Dede Purnadi (21) yang tewas tenggelam di areal tambang inkovensional (TI) rajuk di Kawasan Hutan Mangrove DAS Manggar perbatasan Manggar-Damar, Kamis (11/6/2020).
Menurut Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ghalih Widyo Nugroho ini bukan merupakan kecelakaan tambang karena yang menjadi korban bukan seorang penambang.
"Dia itu ngereman atau istilahnya menyambang atau membantu dalam pencucian biji timah agar bisa mendapat timah juga," kata AKP Ghalih kepada posbelitung.co, Kamis, di ruang kerjanya.
Ghalih menceritakan bahwa kronologis awalnya kemarin, Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 16.00 WIB, Dede pergi ngereman bersama dua temannya.
Lalu pukul 19.00 WIB saat sudah mendapatkan hasil, Dede dan dua temannya balik ke darat yang jaraknya 100 meter dari ponton mereka.
Menurut keterangan temannya, lanjut Ghalih, mereka ke darat dengan cara berenang.
Di tengah perjalanan, Dede teriak kalau timah yang didapatkannya jatuh sedangkan dua temannya sudah jauh di depan. Saat temannya itu sampai di darat ternyata Dede sudah tidak ada lagi kelihatan.
"Dua temannya ini langsung ke tengah lagi mencari Dede. Namun karena kondisi sudah malam jadi mereka ke darat lagi dan langsung memberitahu keluarga korban," ungkap Ghalih.
Lalu, pagi tadi keluarga korban, TNI, Kepolisian, Basarnas, BPBD, dan masyarakat sekitar mencari keberadaan korban yang tenggelam. Sekitar satu jam pencarian menggunakan dua boat akhirnya Dede bisa ditemukan.
"Tadi ditemukan lebih kurang pukul 10.00 WIB dalam kondisi sudah tak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan bekas luka, baik tajam maupun tumpul. Bekas gigitan binatang juga tidak ada. Hanya keluar cairan dari mata, hidung, dan telinga korban. Sementara dugaan medis murni tenggelam," jelas AKP Ghalih.
Dede Purnadi seorang lelaki berusia 21 tahun tewas tenggelam di Kawasan Mangrove Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar saat ngereman di tambang inkonvensional (TI) rajuk bersama temannya, Kamis (11/6/2020).
Setelah melakukan pencarian selama sekitar satu jam oleh tim gabungan, Dede berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Tak Ditemukan Bekas Luka
Dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Dede di kamar jenazah RSUD Beltim dr Intan Datya mengatakan Dede murni tewas karena tenggelam.
Saat ia memeriksa tubuh korban sudah belumur lumpur bercampur air.
"Iya (tewas karena tenggelam, red). Tidak ada tanda kekerasan ataupun luka gigitan binatang. Diduga sudah tewas antara 12 sampai 24 jam," kata dr Intan kepada posbelitung.co, seusai pemeriksaan.
Menurut Intan, dari mulut korban juga ditemukan keluar cairan berupa cairan berwarna hijau yang diduga berasal dari lambung korban.
Saat ini korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Korban Dikenal Pendiam
Pria berumur 55 tahun memakai baju abu-abu gelap, celana jeans, serta masker yang tergantung di lehernya berdiri sambil termenung di depan kamar jenazah RSUD Belitung Timur.
Ia adalah Rizani, bapak dari Dede Purnadi (21) korban yang tenggelam di Kawasan Mangrove Daerah Aliran Sungai Manggar di perbatasan Manggar-Damar, Kamis (11/6/2020).
Rizani bercerita Dede merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia mengatakan anaknya itu merupakan seorang yang pendiam dan jarang berkomunikasi.
"Dia dak pernah (saat ditanya pernah cerita apa sebelum kejadian). Dia pendiam orangnya," kata Rizani bercerita kepada Posbelitung.co, Kamis, saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Beltim.
Ia mengatakan anaknya ngereman di rajuk ini baru beberapa kali. Biasanya ia dan anaknya itu melaut bersamanya, karena sang ayahnya ini adalah seorang nelayan.
Menurur Rizani, anaknya bisa berenang. Saat melaut bersama kadang anaknya itu yang menyelam ke dasar untuk menambatkan perahu.
"Sudah sering melaut dan dia bisa berenang sebenarnya. Tapi mungkin karena memang nasibnya dan sudah kena balaknya dia, kita tak bisa berkata apa-apa," kata Rizani tegar.
Rizani bercerita ada suatu kejadian beberapa hari sebelum ia tenggelam. Saat Dede makan bersama dengan adik-adiknya, ia membanting piringnya.
Ia tidak mengetahui apa maksud dari anaknya itu membanting piringnya.
"Dak tau ade hubungannya dengan ini atau tidak tapi kejadian yang dak biasanya ya itu. Dia langsung pergi pas itu," tutur Rizani.
Ia mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya seperti ini. Ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya bisa mendoakan agar anaknya diterima di tempat terbaik-Nya.
"Anak saya lima laki-laki semua. Dulu pas saya kerja di sawit anak saya juga ada yang pergi dulu. Minta doanya saja semoga seluruh amalnya diterima," kata Rizani.
Ditemui di tempat yang sama, adik korban Dimas Rendika mengatakan ia juga tidak punya pertanda apa-apa sebelum kejadian. Hanya semalam saat teman-teman abangnya sudah pulang ngereman, ia mencari Dede tapi tak ada.
"Dia dak ada pamit juga denganku bang. Emang biasa pergi-pergi gitu dia," kata Dimas sambil menitikkan air mata.
Dimas yang baru tamat SMK harus rela melepas kepergian abangnya. Dede rencananya akan dimakamkan siang ini di Perkuburan Desa Gunung, Manggar.'
Korban Bernama Dede Purnadi
Korban yang tenggelam di DAS Manggar diketahui bernama Dede Purnadi (21).
Ia tenggelam di Kawasan Mangrove Daerah Aliran Sungai Manggar, Kamis (11/6/2020) sudah ditemukan setelah dilakukan pencarian selama sekitar satu jam oleh tim gabungan.
"Tadi kami lakukan proses pencarian melakukan teknik circle atau diobok-obok karena kondisi perairan berlumpur. Syukurnya bisa ditemukan pada 9.45 WIB," kata Danpos Basarnas Belitung Rahmatullah kepada posbelitung.co setelah upaya pencarian.
Pihaknya menggunakan dua boat dalam proses pencarian setelah berkoordinasi dengan Polsek, Babin, dan BPBD secara bersinergi. Saat ditemukan korban tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia..
"Saat ditemukan langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Belitung Timur," kata Rahmatullah.
Menurut keluarga korban rencananya jenazah akan dikuburkan di Perkuburan Kampung Gunung, Manggar siang ini.
Penemuan Korban Ditandai dengan Terlihatnya Kepala Korban
Kepala korban menjadi pertanda ditemukan korban tenggelam di area DAS Manggar, kabupaten Belitung Timur.
Dapos Basarnas Belitung, Rahmatullah menyampaikan proses pencarian korban mengunakan metode circle, beberapa kali melakukan putaran awalnya belum tampak tanda-tanda korban.
"Tim SAR gabungan tadi sudah melakukan beberapa kali gerak circle, di tempat kejadian belum ada tanda-tanda, kami lanjut penyisiran sekitar 20 meter dari tempat kejadi, anggota kami Sandy melihat rambut kepala korban," ungkap Rahmat kepada posbelitung, Kamis (11/6/2020).
Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Saat mengangkat korban ke perahu karet ke kapal, tim basarnas mengenakan APD lengkap, sesuai dengan protokol kesehatan mereka diwajibkan mengunakan APD lengkap disaat masa pandemi covid, usai diangkat ke perahu karet, mereka menuju bibir sungai agar korban dapat segera dilarikan ke RSUD Beltim.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Tim gabungan cari korban hilang tenggelam di Dasar Aliran Sungai (DAS) Manggar, lokasi eks kandang sapi, perbatasan Kecamatan Damar dan Manggar.
Danpos Basarnas Belitung Rahmatullah, mengatakan baru mendapatkan kabar dari orang tua korban sekitar pukul 06.00 WIB, yang anak hilang saat ngereman timah di lokasi tersebut.
"Bapak Korban dan pamannya melapor tadi pagi, anaknya yang berinisial D hilang, karena ngereman timah," ujar Ramat saat di temui dilokasi kejadian, Kamis (11/6/2020)
Rahmat menjelaskan, kronologis kejadian awalnya korban pergi kelokasi bertiga bersama kawannya.
"Dia berangkat naik sekoci bersama tiga temannya, saat mau pulang temenanya melihat dia hilang, apakah dia jatoh karena kabarnya timah diikatkan dipinggangnya," bebernya.
Proses pencarian mengunakan dua ruber boad dengan teknik circle.
(Posbelitung.co/Suharli/Bryan Bimantoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/korban-23.jpg)