Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Covid-19 Tak Menyebabkan Kematian, Ini Kata Dokter Fauzan Penyebab Kematian Pasien Asal Air Itam

Yang menyebabkan pasien sesak nafas berat bisa saja karena pneumonianya atau pembekakan jantungnya.

Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Fauzan 

POSBELITUNG.CO, BANGKA--  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Fauzan menjelaskan terkait seorang warga Kelurahan Air Itam, Pangkalpinang, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus PDP meninggal dunia sore ini, Minggu (14/6/2020).

Pasien ini berjenis kelamin perempuan berusia 43 tahun ini berinisial S memiliki keluhan sesak nafas.

Pasien ini mulai dirawat di rumah sakit Depati Hamzah Pangkalpinang tanggal 12 Juni 2020 dan tidak memiliki riwayat perjalanan kemana-mana.

"Dia masuk ke rumah sakit dengan kondisi sesak berat, tanggal 13 Juni 2020 kita lakukan pemeriksaan dengan TCM yang dirujuk ke rumah sakit Depati Bahrin Sungailiat untuk tes swabnya. Hasilnya pun keluar terkonfirmasi pasien positif Covid-19," ujar dr Fauzan saat dihubungi bangkapos.com, Minggu (14/6/2020).

Lebih lanjut, ia menyebutkan jam 16.25 WIB pasien menghembuskan nafas terakhir, penyebab kematiannya kemungkinan karena syok septik.

"Syok septik karena dengan komplikasi, dengan kardiomegali (pembesaran jantung) atau penyakit jantung kemudian ada asma dan penyakit diabetes yang tidak terkontrol. Terakhir itu hasil kadar gula darah 426 mg/dL,"jelas dr Fauzan.

dr Fauzan juga menyebutkan bila dilihat dari gambaran rontgen, pasien memamg sudah keliatan ada pneumonia karena virus.

"Selain itu, riwayat penyakit jantungnya juga sudah sering kambuh-kambuh apalagi dengan riwayat gula memang tidak terkontrol dan sudah sering sakit-sakitan," beber dr Fauzan.

Lebih lanjut, ia mengiyakan dari hasil laboratorium dan rontgen memang gambaran kardiomegali ada pembekakan jantung.

Itu yang menyebabkan pasien sesak nafas berat bisa saja karena pneumonianya atau pembekakan jantungnya.

Saat ditanyakan penyebab kematian pasien ini karena covid-19 atau penyakit komplikasi.

"Tidak karena Covid-19. Covid-19 tidak menyebabkan kematian, tapi lebih ke penyakit komorbidnya yang menyebabkan dia seperti itu (meninggal-red) atau komplikasinya,"tegas dr Fauzan.

Diakuinya juga kondisi pasien dari pagi hari ini semakin menurun, bahkan tensi pasien sempat berada sekitar 55 per palpasi.

"Kemudian kita berikan obat-obatan, waktu siang tensi sempat stabil. Tapi 16.25 WIB pasien tidak bisa diselamatkan lagi,"tutur dr Fauzan.

Selanjutnya pasien dilakukan pemulsaran di rumah sakit Depati Hamzah Pangkalpinang. Serta pada malam hari langsung dimakamkan di pemakaman Sinar Bulan, Air Itam Pangkalpinang dikoordinasi bersama tim gugus kota Pangkalpinang bekerjasama dengan TNI, Polri dan BPBD kota Pangkalpinang.

Terkait pasien ini tertular dari mana, dr Fauzan mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan epidemiologi di kota Pangkalpinang dan hari ini keluarga juga sudah dilakukan swab.

"Insya Allah hari senin atau selasa keluar sehingga bisa langsung kita tracking dari mana penyebab utamanya," kata dr Fauzan. (S2).

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved