Breaking News:

Berita Belitung Timur

KPU RI Resmi Terbitkan SK Minta Tahapan Pilkada 2020 Dilanjutkan

Dengan keluarnya SK KPU, maka KPU provinsi, kabupaten segera menerbitkan surat keputusan di Kabupaten masing-masing

Penulis: Suharli | Editor: Hendra
posbelitung.co/Suharli
Ketua KPU Belitung Timur, Rizal saat berada di ruang kerjanya. Jumat (5/6/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Senin (15/6/2020) secara resmi mencabut penundaan pilkada 2020 dan meminta tahapan pilkada dilanjutkan kembali.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan KPU RI 258 tentang pencabutan penundaan Pilkada yaitu surat edaran KPU RI Nomor 179 yang terdahulu.

Dengan keluarnya SK KPU, maka KPU provinsi, kabupaten segera menerbitkan surat keputusan di Kabupaten masing-masing atau Prov terkait pilkada Gubernur atau Pilkada Bupati untuk mencabut penundaan pelaksanaan tahapan Pilkada yang diterbitkan Maret lalu.

"Perhari ini (15/6), kami akan mengeluarkan surat keputsuan tersebut. Selain dari itu, untuk menindaklanjuti surat keputusan kami tentang pencabutan penundaan Pilkada dan melaksanakan pilkada lanjutan, kami akan mengaktifkan ad hoc kami yaitu PPK, PPS pertanggal 15 Juni karena sesuai PKPU 5 tahun 2020 masa kerja adhoc mulai dari 15 Juni 2020,"" ujar Ketua KPU Belitung Timur, Rizal saat ditemui usai mengikuti vicon rapat koordinasi persiapan Pilkada serentak di Provinsi Bangka Belitung, Senin (15/6/2020).

Selain itu, mengenai kelanjutan tahapan pilkada 2020 seperti pemutakhiran data pemilih, sosialisasi KPU Beltim kedepan langsung melakanakan tahapan-tahapan yang tertunda.

Terkait SK yang keluarkan KPU hari ini, dalam waktu dekat segara maraton KPU Beltim akan mengumpulkan stakeholder termasuk media, dan LSM untuk menyampaikan bahwa KPU Beltim akan melaksanakan lanjutan pilkada berdasarkan SK yang diterbitkan.

"Intinya kami akan menyampaikan ke seluruh lapisan masyarakat bahwa di Beltim pilkada sempat tertunda tapi pada hari ini kuta lanjutkan kembali," ujarya.

Ditanya terkait masa kerja adhoc kedepan pasca diaktifkan kembali adalah 15 Juni 2020 sampai Januari 2021, Rizal menjelaskan mereka bekerja sebenarnya tidak menambah masa bulan kerja.

"Tetapi karena ada penundaan maka melanjutkan kembali sesuai tahapan yang tertunda. Jadi kalau masa keeja meeka 8-9 bulan tetap saja 8-9 bulan tapi sudah dipotong tidak aktif sebab itu sampai Januari 2021," bebernya.

(Posbelitung/suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved