Breaking News:

Donald Trump Hukum Jerman, Sebagian Pasukan Amerika akan Ditarik Pulang

Selain masalah kontribusi, Trump menyebut Berlin, yang adalah raksasa ekonomi di Uni Eropa, "memperlakukan mereka secara tak baik di perdagangan".

Editor: Hendra
(Kemenhan AS via Newsweek)
Dua tentara Amerika Serikat dari Resimen Kavaleri Kedua Skuadron Pertama berjalan di tengah konvoi latihan respon cepat pada 11 Juni lalu di Polandia. 

POSBELITUNG.CO, WASHINGTON DC, - Pasukan Amerika Serikat yang bermarkas di Jerman akan dikurangi oleh Presiden Donald Trump.

Pernyataan itu disampaikannya setelah dia menyebut Berlin "nakal".

Mereka tak memberikan kontribusi kepada Nato dan seolah memperlakukan AS di perdagangan dengan sangat buruk.

Kepada awak media, Trump menuturkan bahwa saat ini terdapat 52.000 tentara AS yang bermarkas di Jerman.

Dia rencananya akan menguranginya menjadi 25.000.

"Beban biayanya sangat berat bagi kami. Jadi, kami akan menguranginya paling tidak setengahnya," jelas presiden berusia 74 tahun itu.

Angka yang dipaparkannya merupakan kekeliruan karena menurut Pentagon, ada sekitar 34.000-35.000 yang berdinas di Negeri "Bir".

Dilansir Kompas.com dari AFP Senin (15/6/2020), jumlahnya akan sementara meningkat menjadi 50.000 personel karena terjadi di tengah persiapan rotasi.

Meski begitu, pesan sang presiden baik kepada Jerman, Eropa, hingga organisasi pertahanan Atlantik Utara sangatlah jelas dan tegas.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, pasukan AS ditempatkan di negara yang secara geopolitik vital, dan menjadi dinding pertahanan dari Uni Soviet selama era Perang Dingin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved