Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kejaksaan Belum Bisa Targetkan Kapan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Mark Up BBM Pemkab Beltim

Abdur mengatakan sampai hari ini sudah 60 orang yang diperiksa sebagai saksi. Termasuk hari ini juga memeriksa Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin

Posbelitung.co/BryanBimantoro
Kajari Beltim Abdur Kadir (tengah) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur Abdur Kadir mengaku belum bisa menargetkan kapan perkara dugaan mark up BBM Pemerintah Beltim selesai.

Menurutnya ada beberapa kendala yang dihadapi dalam memutus perkara ini.

Pertama, karena adanya pandemi virus corona yang belum memungkinkan untuk mendatangkan atau menghampiri ahli untuk dimintai pendapat.

"Kedua karena memang ini kasus yang prosesnya butuh waktu panjang. Dari tahun 2012 sampai tahun 2018. Sudah beberapa kali pergantian pejabat juga dan banyak orang yang harus diperdalam keterangannya supaya mendapatkan data yang akurat," jelas Abdur kepada posbelitung.co, Kamis (18/6/2020).

Ia tidak menargetkan kapan akan selesai namun ia mengatakan akan menuntaskan secepatnya kasus ini.

Abdur mengatakan sampai hari ini sudah 60 orang yang diperiksa sebagai saksi.

Termasuk hari ini juga memeriksa Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin.

Ini merupakan pemeriksaan Burhanudin yang kedua sejak dipanggil pertama kali pada 6 Mei 2020 lalu.

"Untuk calon tersangka sudah pasti ada. Namun kami masih harus tetap mempertimbangkan segala aspek supaya nanti penetapan tersangka berdasarkan bukti-bukti yang akurat dan tak bisa dibantah," kata Abdur.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Belitung Timur menaikkan status ke tahap penyidikan terhadap kasus dugaan penggelembungan pada pembayaran bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemkab Belitung Timur kepada PT. MPP pada Selasa (18/2) lalu.

Nominal penggelembungan sebesar Rp 300 per liter dari harga eceran tertinggi (HET) bagi masing-masing jenis BBM.

Seluruh OPD di Beltim bekerjasama dengan pihak ketiga tersebut setiap awal tahun dengan periode perjanjian bervariasi. Kerjasama ini telah dilakukan sejak tahun 2012.

Pengusutan kasus ini berdasarkan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan Pangkalpinang nomor 83.C/LHP/XVIII.PPG/06/2019 tanggal 18 Juni 2019. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved