Breaking News:

Berita Belitung Timur

Belitung Timur Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza merasa bangga atas capaian ini karena menurutnya program ini sudah diakui oleh pemerintah pusat.

ist
Bupati Yuslih Luncurkan Inovasi Pelayanan Publik Sigesite PIS-PK 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Belitung Timur terpilih menjadi Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza merasa bangga atas capaian ini karena menurutnya program ini sudah diakui oleh pemerintah pusat.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga dengan masuknya program ini dalam top 99 Program Inovasi Pelayanan Publik bisa menambah kualitas pelayanan terhadap masyarakat kita," kata Bupati Yuslih kepada posbelitung.co, Jumat (19/6/2020).

Bupati Yuslih mengatakan hanya Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Bangka yang masuk dalam daftar tersebut se-Bangka Belitung.

Belitung Timur sendiri bersaing dengan 2.250 proposal program inovasi lainnya dari seluruh Indonesia dan berhasil masuk dalam daftar 99 besar.

Program inovasi dari Belitung Timur yakni Sistem Informasi Geografis Intervensi Terintegrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (SIGESITE PIS-PK). Program ini merupakan ide dari Puskesmas Mengkubang yang bertujuan agar memudahkan masyarakat untuk merujuk berobat ke RSUD Belitung Timur.

"Program ini bisa diakses siapa saja karena berbasis android. Saya pikir ini terobosan yang baik dalam hal memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Mengkubang Ayu Nilam Sahri juga mengatakan bangga atas pencapaian program kesehatan tersebut.

"Kami dari Puskesmas Mengkubang tidak menyangka bisa lolos masuk 99 besar dari ribuan proposal yang masuk. Terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam program ini," ujar Ayu.

Menurut Ayu, program ini memang bertujuan sebagai percepatan intervensi lanjutan yang dikhususkan pada program kesehatan jiwa dan program TB paru. Juga tidak lepas dari kerja sama lintas sektor terutama kader kesehatan dalam penggunaan simpan lokasi pada perangkat android yang diusung dari inovasi ini.

Ia menjelaskan latar belakang inovasi Sigesite PIS-PK ini berasal dari capaian indikator yang rendah, tiga dari 12 indikator dari data PIS-PK tahun 2017 dan 2018.

“Sebenarnya latar belakangnya dari data PIS-PK 2017 dan 2018 yang memiliki 12 indikator dan ada tiga indikator yang capaiannya rendah yaitu TB Paru, Kesehatan Jiwa dan Hipertensi, sehingga dari situ Puskesmas berpikir bagaimana cara capaian tiga indikator yang rendah ini bisa meningkat,” jelas Ayu sembari berharap program ini bisa lebih berkembang, berkelanjutan, terukur, dan manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat Damar dan juga diimplementasikan di Puskesmas lain di Beltim. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved