Breaking News:

Berita Belitung

Layanan Posyandu Boleh Dibuka, Asalkan Penuhi Persyaratan Ini

Selama pandemi Covid-19, Posyandu menjadi layanan yang ditiadakan. Pelayanan tersebut bisa dibuka jika Belitung ke zona hijau

Pos Belitung/Yuranda
Bidan Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Lulu saat mengukur tinggi badan Balita di Posyandu Desa Pulau Seliu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Selama pandemi Covid-19, Posyandu menjadi layanan yang ditiadakan. Pelayanan tersebut bisa dibuka jika Belitung ke zona hijau atau tak ada lagi kasus Covid-19 terjadi.

Namun menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung drg.Popy Aprilina, Jumat (19/6/2020) saat ini ada satu tempat di Belitung yang diperbolehkan membuka posyandu, yakni di Pulau Seliu.

"Di Pulau Seliu saya bolehkan posyandu dibuka, aturannya di pemdes juga ada, kalau dibuka harus ada SK minimal dari kepala desa, jadi ada jaminan. Juga ada petugas yang ikut membantu semisal babinsa," jelas Popy.

Dalam kondisi ada orang berkumpul seperti itu, maka ada standar yang harus ditetapkan. Seperti pengecekan suhu, petugas posyandu menyediakan tempat dan alat cuci tangan.

Tak hanya itu, pelayanan bagi balita tak boleh dilakukan serentak. Harus dijadwalkan sesuai usia. Ia mencontohkan, usia 0-1 tahun pukul 8.00-9.00 WIB, lalu usia 1-2 tahun pada jam berikutnya. Ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan.

Posyandu seperti itu juga bisa dibuka dengan syarat semua orang tua menggunakan masker juga membawa kain sarung sendiri buat menimbang berat badan anak.

"Jadi pakai sendiri dan ganti, karena tidak boleh lagi pakai barang sama-sama. Apalagi (kain sarung untuk menimbang) tidak sempat disinfeksi atau dicuci," katanya.

Posyandu memang boleh dibuka dengan syarat ada SK dari kepala desa, juga di daerah yang zona hijau.

"Harus menunggu hijau, kalau pun mau melaksanakan, harus ada SK Kepala Desa, karena ada memang kecamatan yang zona merah seperti Tanjungpandan dan Sijuk, kalau Membalong kan tidak, kalau spesifik gitu boleh, tapi harus sesuai pedoman," jelasnya.

Penerapan protokol kesehatan pada layanan tersebut juga harus diawasi pemerintah desa termasuk kepala desa.

Namun pada tempat yang masuk ke zona merah, maka rekomendasi pelayanan posyandu tidak diperbolehkan. Selain sangat berisiko, anak berusia di bawah dua tahun juga sebaiknya tidak dipakaikan masker.

"Karena kalau sesak tidak bisa buka masker sendiri dan belum bisa berbicara. Makanya pengunjung posyandu anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya tidak pakai masker, kalau umurnya di atas itu boleh (pakai masker). Makanya kalau memang berisiko, posyandu tidak dibuka," kata Popy.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved