Breaking News:

Berita Belitung

Perhotelan Siap Dibuka Saat New Normal, Wisatawan Masih Enggan Datang Karena Aturan Harus Rapid Test

Agus Suyatna mengatakan, terkait rencana new normal atau normal baru, pihak perhotelan di Belitung sudah siap menghadapinya.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
IST/Dok Hotel Santika Premiere
Sejumlah hotel di Belitung seperti Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung yang siap menerima kunjungan wisatawan saat penerapan new normal 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Plt Ketua International Hotel General Manager Association (IHGMA) Bangka Belitung Agus Suyatna mengatakan, terkait rencana new normal atau normal baru, pihak perhotelan di Belitung sudah siap menghadapinya.

Kini setelah standar protokol kesehatan dari pemerintah daerah (pemda) siap, saat ini masih coba diterapkan.

Bahkan beberapa hotel sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut.

"Sebagian besar (hotel) sudah siap (dibuka) Juli nanti mendatang. Hampir semua siap, tapi masih melihat kondisi standar protokoler ini kan masih ada rapid test, rapid test itu apakah pengaruhnya terhadap wisatawan apa enggak, itu aja," kata Agus saat dihubungi Posbelitung.co via telpon, Jumat (19/6/2020).

"Kalau dibilang siap kami semua siap kok cuma terkait ada yang datang atau tidak," imbuh dia.

Makanya tinggal melihat perkembangan situasi di Indonesia, terutama di Bangka Belitung. Selanjutnya barulah melihat bagaimana penerapan protokol kesehatan dari pelaku wisata lainnya.

Plt Ketua IHGMA Bangka Belitung Agus Suyatna.
Plt Ketua IHGMA Bangka Belitung Agus Suyatna. (Ist/Agus Suyatna)

Dari pihak hotel sendiri, kata Agus, tak ada kendala dalam penerapan new normal. Semuanya siap, hanya terkendala tak ada wisatawan yang datang.

Kalau promosi, sebenarnya sudah ada beberapa hotel yang mengeluarkan promo.

"Sekali lagi, walau harga hotelnya murah, tapi kalau peraturannya banyak dan harga tiket pesawat mahal, lagi-lagi siapa yang mau datang. Jadi masih lihat pekan terakhir ini seperti apa," jelasnya.

Agus menyebut, keengganan wisatawan datang bisa disebabkan karena adanya aturan rapid test. Persyaratan yang terbilang rumit hingga biaya yang lumayan mahal menimbulkan keengganan wisatawan datang dalam kondisi seperti ini.

"Cuma memang kita tidak bisa menolak karena standar WHO dan ditetapkan nasional," sebutnya.

Agus berharap, semoga tak ada lagi kasus positif Covid-19 yang terjadi di Bangka Belitung. Serta berbagai pihak bisa meningkatkan penerapan standar kesehatan.

"Kolaborasi pemda dan masyarakat harus lebih baik. Karena bagaimanapun pemda tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat juga perlu mendukung semua kebijakan Pemda," saran Agus.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved