Breaking News:

Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Dunia akan Minus 2,5 Persen, Eropa Bahkan Bisa 17 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2020).

Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo 

POSBELITUNG.CO -- Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat ( Jabar ), Jumat (19/6/2020).

Diketahui, dalam kesempatan tersebut presiden menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 sekarang ini, termasuk dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi global tersebut.

Presiden mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kedepan, termasuk pada kuartal ke-dua akan sangat berat.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga hampir semua negara di dunia.

Prediksi tersebut berdasarkan laporan dari Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Jadwal Salat di Pulau Bangka & Pulau Belitung Serta Lokasi Masjid Hari Ini Sabtu 20 Juni 2020

"Perkiraan pertama, mereka menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan turun kurang lebih minus 2,5. Tetapi terakhir dua hari yang lalu, OECD menyampaikan bahwa minusnya bisa sampai 6 sampai minus 7,6 pertumbuhan dunia. Bahkan nanti diEropa di kuartal kedua ini minusnya bisa sampai 15-17 persen karena mereka me-lockdown terlalu lama," kata Presiden dikutip dari Setkab.

Lembaga-lembaga dunia tersebut juga memprediksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara Eropa pada tahun ini akan minus 9-12 persen.

Sementara Australia diprediksi minus 6,8 persen, Jepang minus 5,2 persen, Amerika Serikat minus 6,6 persen, Malaysia minus 3,5 persen, dan Singapura minus 5 persen.

Meskipun demikian diantara negara G20, Bank Dunia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, walau hanya 0,5 persen.

Ayah Biologis dari Albany Ray Putra Sarah Azhari Akhirnya Terungkap, Belasan Tahun Jadi Misteri

"Kita alhamdulillah dikategorikan oleh mereka berada pada pertumbuhan positif. Seperti Bank Dunia menyampaikan bahwa nanti di negara-negara G20 itu yang positif hanya 3, China +1,9, (persen) India +1,2 (persen), Indonesia +0,5 (persen). Tetapi dari penghitungan terakhir mereka menyampaikan mungkin semuanya bisa minus. Tapi memang perkembangan ini dinamis dan selalu berubah setiap minggu, setiap bulan," pungkasnya.

(*/ Taufik Ismail)

Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul Presiden Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Dunia akan Minus 2,5 Persen, Eropa Bahkan Bisa 17 Persen

India Batalkan Tender dengan China, Percepat Beli 12 Sukhoi & 21 Jet Tempur dari Rusia, Siap Perang?

Ruben Onsu Disebut Sampai Stres, Pusing, dan Tak Bisa Tidur Gara-gara Mikirin Polemik Geprek Bensu

Penulis: tidakada008
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved