Berita Belitung Timur

Warga Desa Baru Ini Sampaikan Keluhan Pembagian Bansos ke Anggota DPRD Beltim saat Reses

Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan bantuan ini sebenarnya bukannya tidak merata, tapi ada bagian-bagiannya.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Suasana reses DPRD Belitung Timur. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Fitri Handayani warga Desa Baru, Kecamatan Manggar mengeluhkan pembagian bantuan sosial kepada warga yang tak merata.

Ia merasa orang yang seharusnya dapat malah tidak dapat dan sebaliknya.

Keluhan ini ia sampaikan dalam pelaksanaan reses daerah pemilihan I DPRD Belitung Timur yang diselenggarakan di Rumah Makan Fega, Senin (22/6/2020).

Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan bantuan ini sebenarnya bukannya tidak merata, tapi ada bagian-bagiannya.

"Bantuan sosial kita ini terbagi menjadi bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan dari dana desa. Nah, bantuan-bantuan ini sifatnya tidak boleh ganda. Jadi kalau sudah terima dari bantuan pusat tidak bisa menerima bantuam dari kabupaten," terang Fezzi.

Ia juga mengatakan bahwa bantuan sosial yang bersumber dari APBD yang paling banyak akan dirasakan manfaatnya.

Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya dari pemda padahal anggaran sudah bisa dicairkan.

"Porsi lebih besar di bantuan yang sumbernya APBD. Jadi bagi warga yang belum terima bantuan sosial dari pusat mungkin akan masuk dalam bantuan dari kabupaten. Masalahnya ini pencairannya yang belum pasti kapan," tanya Fezzi.

Senada, Kepala Desa Baru Mislan Kadir yang juga hadir dalam reses ini menjelaskan warga Desa Baru yang akan menerima bantuan dari kabupaten yakni sejumlah 828 kepala keluarga.

Jumlah tersebut menurutnya jauh lebih banyak dari penerima bantuan dari pusat.

"Dari pusat hanya sedikit. BLT dana desa ada sejumlah 492 KK penerima, BLT provinsi ada 50 KK, dan yang paling banyak BLT kabupaten 828 KK. Jadi jangan khawatir insyaallaah semua di Desa Baru dapat. Kita menunggu dari BLT provinsi dan kabupaten yang belum dicairkan," tegas Mislan.

Ia bercerita bahwa penerima BLT ini harus memenuhi 14 syarat yang ditetapkan Kemendes.

Inilah yang membuat sulit mereka karena di Desa Baru sendiri untuk mencari keluarga yang memenuhi dua syarat saja susah.

"Jadi kita harus ekstra hati-hati. Pertama harus memenuhi syarat-syarat dan kedua jangan sampai dobel. Ini yang nanti akan diperiksa jika ada yang dobel bisa panjang urusannya," kata Mislan.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved