Pemerintah Anggarkan Rp 607,65 Triliun, Tekan Pengangguran dan Kemiskinan

Pemerintah sudah menyiapkan cara untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran akibat Covid-19.

TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
Ilustrasi buruh 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Suminto mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan cara untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran akibat Covid-19.

Adapun cara yang disiapkan yaitu mengganggarkan biaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 607,65 triliun dari dua sisi, yakni sisi permintaan (demand) dan sisi penawaran (supply).

Sisi permintaan diperlukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga yang akhirnya menekan angka kemiskinan, sementara sisi penawaran untuk menekan angka pengangguran.

"Dalam konteks fiscal policy kita manage demand dan supply side, yakni menjaga daya beli dengan mengganggarkan social safety net (perlindungan sosial) menahan kenaikan angka kemiskinan. Kemudian kita support dunia usaha di supply side untuk mencegah terjadinya layoff (PHK) dalam jumlah signifikan," kata Suminto dalam konferensi video, Selasa (23/6/2020).

Suminto mengungkap, pemerintah menganggarkan Rp 205,20 triliun untuk sisi permintaan dan menargetkan lebih dari 40 persen penduduk RI mendapat perlindungan sosial, utamanya untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Beberapa bantuan yang diberikan adalah Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial (bansos), Kartu Prakerja, diskon listrik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa, insentif perumahan bagi MBR, dan sebagainya.

Sementara dari sisi penawaran, pemerintah menggelontorkan Rp 402,45 triliun untuk mendukung bisnis ultra mikro dan UMKM Rp 123,46 triliun, korporasi Rp 169,97 triliun, BUMN Rp 35,15 triliun, pemerintah daerah Rp 15 triliun, dan cadangan perluasan Rp 58,8 triliun.

Harapannya, angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan seminimal mungkin. Saat ini, pemerintah memproyeksi angka kemiskinan bertambah menjadi 5,71 juta orang dan pengangguran mencapai 5,23 juta orang.

"Outlook terakhir yang dikeluarkan Kemenkeu juga revisi ke bawah, ekonomi bisa terkontraksi -4 persen sampai 1 persen tahun 2020. Makanya dalam kondisi ini kita adjust untuk menahan pertumbuhan lebih dalam," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tekan Pengangguran dan Kemiskinan, Kemenkeu Siapkan Cara Ini"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved