Berita Belitung

FKUB Belitung Sosialisasi dan Simulasi Kenormalan Baru di Rumah Ibadah

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung sedang melakukan sosialisasi dan simulasi kenormalan baru.

IST/Dok FKUB
FKUB Kabupaten Belitung saat sosialisasi kenormalan baru di Kelenteng Hok Tek Che, Kamis (25/6/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung sedang melakukan sosialisasi dan simulasi kenormalan baru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di delapan rumah ibadah lintas agama.

"Kami perlu sosialisasi dan simulasi jadi 1 Juli tidak ada alasan lagi bagi mereka tidak sembahyang di rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, kelenteng atau wihara sudah harus dibuka, dengan catatan mematuhi protokol kesehatan," kata Ketua FKUB Kabupaten Belitung Ramansyah, Kamis (25/6/2020).

Sejauh ini, pihaknya telah mensosialisasikan peraturan bupati (Perbup) 23 tahun 2020 tersebut ke Masjid Al Ihram, Vihara Tathagata, Pura Puseh, Gereja Immanuel, dan Kelenteng Hok Tek Che.

Selanjutnya sosialisasi dan simulasi akan dilakukan di Gereja Katolik Regina Pacis, Masjid Misbaul Islam Selat Nasik, dan Masjid Ar Rahman Badau.

Hingga saat ini, kata dia, memang ada rumah ibadah yang masih ditutup bagi para jemaah.

Makanya perlu dilakukan simulasi dan sosialiasi itu.

Terkait rekomendasi membuka rumah ibadah ke gugus tugas, Ramansyah menyebut pengelola rumah ibadah bisa segera mengajukannya.

"Silakan saja mengajukan surat, pemerintah akan mempermudah, tapi itu jangan dijadikan alasan untuk tidak dibuka per 1 Juli, nanti akan dilaunching pemerintah daerah," katanya.

"Idealnya sesuai SE Menteri Agama nomor 15 tahun 2020 harus ada rekomendasi gugus tugas kabupaten agar diperbolehkannya rumah ibadah dipakai, namun memang waktu sudah mendesak bukan tidak mungkin mereka buka saja sesuai pernyataan yang tertuang dalam perbup, selama mereka mematuhi dan memenuhi standar protokol kesehatan, silakan buka saja lah," jelasnya

Ia mengatakan, pengelola rumah ibadah harus menyiapkan tempat cuci tangan, masker, dan menjaga jarak serta tidak bersalaman selesai beribadah. Sepanjang hal-hal tersebut dilakukan, maka rumah ibadah boleh dibuka sembari menunggu rekomendasi dari gugus tugas.

"Diimbau kepada mereka agar mengajukan, karena yang tahu steril atau tidak dari virus Corona kan tim gugus tugas percepatan penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten. Kalau memang dirasakan sulit ke gugus tugas kabupaten, mereka bisa melayangkan surat ke gugus tugas tingkat kecamatan," jelasnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved