Ini Kisah KA Rahad Saat Membentuk Kota Tanjungpandan

Nurman Sunata menceritakan, ketika itu Residen Inggris mengangkat seorang Kepala Daerah Belitung, bernama Tengku Ali.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Keluarga besar KA Rahad, Kamis (24/6/2020) ketika melakukan ziarah ke makam KA Rahad. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kiai Agus (KA) Rahad merupakan Depati Cakranigrat ke VIII. Ia adalah salah seorang tokoh yang membentuk Kota Tanjungpandan, yang kini sudah berusia 182 tahun.

Perwakilan keluarga KA Rahad Nurman Sunata, Kamis (24/6/2020) menceritakan tentang kisah KA Rahad di depan keluarga KA Rahad dan Pemerintah Kabupaten Belitung ketika melakukan ziarah.

Nurman Sunata menceritakan, ketika itu Residen Inggris mengangkat seorang Kepala Daerah Belitung, bernama Tengku Ali.

Namun keberadaannya tidak disambut dengan tangan terbuka oleh rakyat Belitung, terutama KA Hatam, sehingga terjadilah pertempuran di kota tanah (cerucok) tahun 1815.

Saat pertempuran itu berlangsung, KA Rahad yang merupakan putra dari KA Hatam, dengan nyonya Embi.

Ketika itu KA Rahad baru berumur 15 tahun, bisa melarikan diri ke daerah Badau untuk meminta bantuan.

Namun sebelum bala bantuan itu datang, KA Rahad sudah terlebih dahulu wafat dalam pertempuran itu.

Sementara Tengku Akil  sendiri, tidak dapat mempertahankan diri lebih lama dan terpaksa mengundurkan diri dari pertempuran tersebut.

Setelah beberapa tahun berlalu, tahun 1821 diangkatanlah KA Rahad yang merupakan putra KA Hatam, berkedudukan di kota tanah cerucok dan langsung dilantik sebaga Depati Cakraningrat VIII pada tanggal 1 Juli 1838.

KA Rahad lantas memimpin pemerintahan untuk berapa lama, dan kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke Tanjung Gunung (Mess Bukit atau Mess Dian sekarang).

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved