Berita Belitung Timur

Puluhan UMKM di Beltim Ikuti Webinar Kiat Ciptakan Peluang Bisnis di Masa Pandemi Corona

Puluhan UMKM di lima kecamatan di Belitung Timur, yakni Manggar, Gantung, Dendang, Damar dan Kelapa Kampit mengikuti web seminar (webinar)

Ist/Camat Manggar
Camat Manggar Amirudin saat mengikuti webinar oleh Kalbis Institute, Kamis (25/6/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Puluhan UMKM di lima kecamatan di Belitung Timur, yakni Manggar, Gantung, Dendang, Damar dan Kelapa Kampit mengikuti web seminar (webinar) yang diadakan oleh Kalbis Institut yang menjadikan Manggar sebagai pilot project program pengabdian masyarakatnya, Kamis (25/6/2020).

Camat Manggar Amirudin menjelaskan webinar ini sebagai satu upaya mendorong para UMKM agar bisa bertahan dan bahkan menciptakan peluang di masa pandemi covid-19.

"Sektor UMKM jadi satu yang paling parah terdampak dalam pandemi global ini. Tak terkecuali di berbagai wilayah di Belitung Timur. Karena itu perlu kiat-kiat supaya UMKM bisa bertahan bahkan mampu menciptakan peluang bisnis baru setelah mengikuti webinar ini,"  jelas Amirudin kepada Posbelitung.co, Kamis.

Amirudin menyampaikan antusias UMKM dalam mengikuti webinar ini di luar dugaannya. Karena sampai pagi hari waktu pelaksanaan masih ada yang mendaftar untuk bergabung.

"Artinya UMKM-UMKM ini butuh sarana seperti ini. Dengan seminar ini mereka bisa memiliki sudut pandang baru dan sharing mengenai langkah strategis terkait usahanya bersama pemateri yang sudah expert di bidangnya dari Kalbis Institute," kata Amirudin.

Dia menyampaikan terima kasih atas waktu dan kerjasama dari Kalbis Institute untuk keberlangsungan UMKM di Manggar.

Satu pemateri yakni Dekan Fakultas Bisnis Kalbis Institute Jimmy Dimas Wahyu Indraseno menyampaikan materi mengenai dana darurat.

Ia menyarankan agar setiap pengusaha atau UMKM menyiapkan dana darurat. Dana ini berguna ketika kondisi dan situasi seperti ini.

Menurutnya dalam setiap bulan, sekitar lima persen dari pendapatan harua disisihkan untuk dana tersebut.

"Sehingga saat kondisi seperti ini bisa menjadi dana talangan untuk para pengusaha membiayai operasional usaha yang terdampak," jelasnya.

Ia juga menyarankan agar dalam masa pandemi ini setiap UMKM harus peka dan inovatif dalam. Misal, dari yang semula keripik sukun bisa dikreasikan dengan topping atau varian rasa tambahan seperti cokelat, pedas, bahkan dipadukan dengan panganan lain.

"Di masa sekarang ini harus peka menangkap peluang bisnis supaya bisa bertahan. Harus ikuti perkembangan zaman juga dalam artian harus inovatif mengkreasikan dagangan kita," paparnya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved