Breaking News:

262 Pilot Aktif Pakistan Diduga Gunakan Ijazah Aspal, Sewaktu Ujian Gunakan Joki

Sanksi skorsing pada hari ini akan berlanjut sampai selesai investigasi tentang keaslian ijazah mereka.

twitter @fab_sunil
Pesawat Pakistan Airline tampak sebelum jatuh di daerah permukiman padat. Pesawat tersebut angkut 101 penumapang dewasa dan anak-anak. 

Sebanyak 262 Pilot Aktif Pakistan Diduga Gunakan Ijazah Aspal, Sewaktu Ujian Gunakan Joki

POSBELITUNG.CO - Setelah terungkap penyebab pesawat penumpang Pakistan jatuh dan menewaskan 97 orang adalah akibat kecerobohan pilot, kini terungkap lagi kasus banyak pilot yang ternyata menggunakan ijazah bodong.

Perusahaan penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) menjatuhkan sanksi tak boleh terbang terhadap 150 pilotnya.

"Dari 434 pilot kami, 150 tidak boleh menerbangkan pesawat mulai hari ini," kata juru bicara PIA Abdullah Khan, yang dilansir aljazeera.com, Kamis, 25 Juni 2020.

Keputusan itu diambil sehari setelah Menteri Ghulam Sarwar Khan mengumumkan hasil penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat PIA pada 22 Mei lalu di permukiman dekat Bandara Karachi.

Penyebab kecelakaan itu murni akibat kelalaian manusia, yakni sang pilot dan petugas menara pengendali lalulintas penerbangan di bandara.

Saat hendak mendarat, kata sang menteri, pilot dan petugas bandara justru ngerumpi alias ngobrol soal wabah virus corona yang sedang berjangkit di seluruh dunia, termasuk Pakistan.

Menurut juru bicara PIA Abdullah Khan, sanksi diberikan terhadap 150 pilot itu karena mereka diduga menggunakan ijazah pilot bodong atau aspal alias asli tapi palsu.

Maksudnya, mereka memang bersekolah di sekolah penerbangan, tapi ketika dilakukan ujian, mereka digantikan oleh joki alias pilot yang sudah berpengalaman.

"Kejadian ini benar-benar akan melumpuhkan kami. Tapi kami tidak mau mengambil risiko," kata Abdullah Khan.

Halaman
12
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved