Breaking News:

Warga Kini Masuk Era Adaptasi Kebiasaan Baru, PSBB Level Provinsi Jabar Usai

Jika aktivitas ekonomi tak dibuka, kemungkinan besar stabilitas ekonomi Jabar merosot hingga minus 2 persen.

Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan keynote speech pada webinar “UMKM Jabar di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (24/6/2020). 

POSBELITUNG.CO, BANDUNG - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) level Provinsi Jawa Barat selesai. Masyarakat pun kini masuk dalam era Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB).

Selain angka reproduksi Covid-19 yang relatif terkendali, pencabutan PSBB juga diharapkan mampu menggerakan lokomotif ekonomi yang sempat mati suri diterpa pandemi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pada dasarnya hampir seluruh kegiatan ekonomi masyarakat sudah dihidupkan kembali.

Menurut dia, jika aktivitas ekonomi tak dibuka, kemungkinan besar stabilitas ekonomi Jabar merosot hingga minus 2 persen.

"Semua kegiatan ekonomi sudah kami hidupkan lagi. Kami berharap ekonomi tumbuh bisa positif 2 persen. Karena kalau tidak dilakukan tindakan pengangguran makin lama yang tak berpenghasilan makin banyak maka pertumbuhan bisa turun di minus 2 persen," kata Emil, sapaan akrabnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (26/6/2020).

Dorongan serupa juga berlaku bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar. Ia berharap BUMD juga aktif untuk mempercepat roda ekonomi di Jabar.

"Termasuk BUMD juga setelah tiga bulan kegiatan banyak terhenti kami dorong sehingga berita baiknya Migas Hulu punya proyek di Kalimantan itu bagiab pendorongan kita terhadap BUMD agar proaktif bergerak untuk membangkitkan ekonomi di Indonesia dan Jabar," tuturnya.

Antisipasi gelombang kedua

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani menuturkan, pencabutan PSBB mesti tetap diimbangi pemeriksaan masif dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan guna mengantisipasi adanya gelombang kedua Covid-19.

"Gugus Tugas Covid-19 Jabar tetap melakukan langkah antisipasi kemungkinan terjadinya second wave. Diantaranya memperkuat kegiatan pencegahan, pengetesan dan pelacakan, serta tetap menjaga akses dan kualitas pelayanan di fasyankes terutama rumah sakit rujukan," kata Berli.

Halaman
12
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved