Kemenag Butuh VPN, Nizar Jelaskan Tujuan dan Pastikan Sesuai Aturan ini

Plt Sekretaris JenderalKementerian Agama Nizar menjelaskan tujuan Kemenag mengajukan anggaran untuk pengadaan VPN atau Virtual Private Network.

Kolase Tribunnews: Matooke Republic, Malavida
Penggunaan WhatsApp, Facebook, dan Instagram Dibatasi Sementara, VPN Mendadak Jadi Solusi 

POSBELITUNG.CO -- Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Agama ( Kemenag ) Nizar menjelaskan tujuan Kemenag mengajukan anggaran untuk pengadaan VPN atau Virtual Private Network.

Adapun Nizar mengatakan Kemenag membutuhkan VPN untuk mendapatkan privasi pada pengolahan data virtual.

Diketahui, penggunaan VPN, menurut Nizar lebih aman dari potensi pencurian data.

"Sehingga yang menggunakan jalur VPN hanya pemilik VPN, tidak ada yang lain. Ini bagian upaya menghindari adanya pencurian data yang bisa dilakukan bila menggunakan jalur internet umum," ujar Nizar seperti dilansir laman Kemenag, Sabtu (27/6/2020).

Nizar menjelaskan Kemenag membutuhkan jalur VPN untuk menghubungkan semua lokasi kantor secara aman.

Begini Foto Jepretan NASA dari Angkasa Luar, Tunjukkan Dampak Tambang Freeport terhadap Bumi

Langkah ini dilakukan agar pengiriman data dari kantor pusat ke kantor lain termasuk daerah bisa berjalan dengan cepat dan aman.

"Kemenag membutuhkan VPN untuk menghubungkan seluruh kantor Kemenag, pusat dan daerah secara aman," ucap Nizar.

Menurut Nizar, keamanan data pemerintah harus dijaga. Jika yang digunakan jalur umum, dikhawatirkan keamanan data tidak terjaga.

Selama ini, Kemenag telah menggunakan VPN untuk menjalankan aplikasi SISKOHAT, pusat hingga kantor Kemenag kabupaten dan kota.

Selain SISKOHAT, Kemenag juga menggunakan VPN untuk keperluan hubungan dengan instansi atau Kementerian lain.

Halaman
12
Penulis: tidakada008
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved