Berita Belitung

Ada Empat Kasus Anak Bermasalah Hukum, Faktor Keluarga Kerap Jadi Akar Permasalahan

Tahun lalu, ada 14 kasus sedangkan hingga pertengahan Juni ini ada 4 kasus ABH yang didampingi dinas tersebut.

posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Anak Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Belitung Elde Rosiyanti, Senin (29/6/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung Elde Rosiyanti mengatakan kasus anak bermasalah hukum (ABH) masih terjadi.

Tahun lalu, ada 14 kasus sedangkan hingga pertengahan Juni ini ada 4 kasus ABH yang didampingi dinas tersebut.

"Empat kasus ini (didata) yang masuk kejaksaan dan sudah P21 (hasil penyidikan sudah lengkap), kasus di luar itu banyak," katanya, Senin (29/6/2020).

Kebanyakan kasus ABH yang terjadi ditengarai kasus pengeroyokan dan pencurian.

Ia menjelaskan dalam kasus ABH, pihaknya berperan dalam pendampingan serta koordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan.

Juga berdasarkan undang-undang sistem peradilan pidana anak (SPPA) melakukan diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Ini dilakukan karena seringkali akar permasalahan ABH disebabkan faktor keluarga yang tidak harmonis.

Maka ketika anak berperilaku menyimpang, anak berada pada posisi sebagai tersangka tapi juga sebagai korban.

"Kami tetap berupaya mendampingi ketika ada anak bermasalah hukum. Tapi bagaimana pun juga, ketika satu kasus seperti itu terjadi, akar permasalahan seperti keluarga yang broken home misalnya tidak bisa kami intervensi," jelasnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved