Virus Corona di Belitung

Kata Direktur Eksekutif Leksikal Babel Terakait Rapid Test Bagi Penyelenggara Pilkada

Rapid test sebagai deteksi awal terkait kondisi kesehatan tubuh penyelenggara yang bergejala.

Istimewa doktasi pribadi
Marwansyah Direktur Eksekutif Leksikal Babel. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Dalam tugas serentak penyelenggaraan Pilkada 2020 di masa pandemi Covid-19 ini maka penyelenggara pemilihan yakni KPU Provinsi KPU Kabupaten dan KPU Kodya dan jajaran sesuai tingkatan PPK, PPS, dan KPPS akan dilakukan rapid test sebagai deteksi awal terkait kondisi kesehatan tubuh penyelenggara yang bergejala.

Langkah ini merupakan upaya pihak penyelenggara untuk pula ikut mewujudkan pilkada yang tidak saja luber dan jurdil namun juga pilkada sehat bebas covid-19.

"Ini pernah disampaikan Ketua KPU RI dan Komisioner KPU I Dewa Kade pada webinar diskusi online belum lama ini kaitan rapid test penyelenggara pilkda, " ujar Marwansyah Direktur Eksekutif Leksikal Babel kepada posbelitung, Selasa (30/6/2020).

Lebih jauh disampaikannya. ketentuan ini juga telah diatur dalam draft PKPU kaitan Pilkada masa covid-19 yang sempat diuji publik KPU RI awal Juni 2020 lalu sehingga jika resmi diundangkan tentu ini merupakan aturan yang akan diikuti seluruh penyelenggara termasuk petugas PPDP kaitan coklit pemilih yang di mulai 15 Juli sesuai tahapan di PKPU 5 tahun 2020 tentang tahapan jadwal dan program pilkada 2020.

Namun memang hingga kini draft PKPU terkait kaitan masa pandemi ini masih menjalani harmonisasi pasal per pasalnya di Kemenhukham, walau sudah dikonsultasikan KPU RI melalui rapat dengan komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

Sehingga dalam operasionalnya kini jajaran penyelenggara pilkada di provinsi kabupaten dan kodya berpedoman dengan Surat Edaran SE yang dikeluarkan KPU RI sebelum draft PKPU kaitan covid 19 resmi diundangkan.

Termasuk penyelenggara agar pergunakan alat pelindung diri seperti masker, juga sarana sanitasi cuci tangan dengan disinfektan, termasuk atur jarak dalam giat tahapan antara penyelenggara, peserta, penilih dan para pihak. Bahkan sebelum masuk ke area TPS penyelenggara, peserta, pemilih harus dicek suhu tubuh dulu oleh petugas TPS.

Dia mengapresiasi KPU RI yang dari sisi regulasi dan pemerintah pusat melalui alokasi APBNnya sepertinya telah alokasikan dana untuk pelaksanaan rapit tes bagi ribuan penyelengaraan pilkada di 9 Provinsi 224 Kabupaten dan 37 Kodya agar tidak terjadi dan tidak muncul kejadian warga yang terpapar covid 19 pasca pilkada 2020.

"Sudah dipersiapkan matang dari pusat pilkada di masa covid19 dari regulasi dan juga sepertinya dana rapit tes juga. Kini yang daerah tentu akan laksanakan dilapangan PKPU yang resminya nanti," jelasnya.

Kendati sebetulnya kini makin rumit dan mesti lebih disiplin lagi tugas penyelenggara pilkada di tingkatan bawah dalam artian tidak saja memahami aturan teknis pilkada tetapi juga mesti bagaimana agar dalam implementasi aturan dalam bentuk kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini kerja bersinergi dan berkolaborasi semua stakeholder pilkda. Jangan sampai terjadi cluster covid 19 pilkada. Mari kita saling lindungi, kami mampu lindungi kamu dan aku," jelas Marwan.

(Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved