MPM dan UGM Perkenalkan "Budikdamber", Bangun Ketahanan Pangan Keluarga di Tengah Pandemi

Untuk menjaga ketersediaan atas kebutuhan konsumsi protein keluarga kelas menengah adalah dengan memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah/hunian.

DOK/Muhammadiyah
MPM dan UGM Kerjasama untuk ketahanan pangan keluarga melalui Budidaya Ikan Dalam Ember. 

POSBELITUNG.CO - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Fakultas Pertanian (Faperta) Univeritas Gadjah Mada (UGM) tindaklanjuti kerjasama ketahanan pangan keluarga melalui Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber).

Suadi, Dosen Faperta UGM dalam paparannya menjelaskan, untuk menjaga ketersediaan atas kebutuhan konsumsi protein keluarga kelas menengah adalah dengan memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah/hunian.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, keluarga pra sejahtera jangan sampai lepas perhatian.

"Cara budidaya ini termasuk yang mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, secara aplikasi atau penerapan dalam perawatan juga tidak membutuhkan keahlian khusus," kata Suadi dikutip dari laman muhammadiyah (28/6/2020).

Selanjutnya, rentang waktu yang dibutuhkan mulai dari tebar benih sampai siap panen ikan lele dibutuhkan waktu kurang lebih 10 minggu atau 2,5 – 3 bulan. Dalam setiap ember yang berkapasitas 80 liter air bisa ditebar sebanyak 100 ekor bibit ikan lele.

Selain untuk ikan, pada atas tutup ember yang digunakan juga dimanfaatkan dengan melubangi sebagai tempat budidaya sayur.

"Untuk media tanam sayur kita tidak memakai tanah, akan tetapi kita ganti dengan rockwool. Dan untuk memudahkan menguras atau menganti air, kita pasang kran di sisi samping bagian bawah ember untuk lebih memudahkan menganti atau menguras air jika kotor," ungkap Suadi.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, M Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah berpendapat bahwa, pelatihan yang dilakukan ini adalah usaha berdaya di tengah wabah Covid-19 yang dilakukan atas kejasama MPM dan Faperta UGM.

Secara khusus, Yamin menyebut pendampingan yang dilakukan adalah program penguatan sosial ekonomi keluarga dan kelompok.

"Program ini kita lakukan di tiga kelompok dampingan, Pemulung, Pedagang Asongan, dan Kelompok Difabel. Kegiatan ini merupakan program sosial ekonomi untuk terdampak Covid-19 bagi kelompok rentan di DIY, hasil kerjasama antara MPM dan Faperta UGM," jelas M Nurul Yamin.

Halaman
12
Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved