Pemprov Sumatera Utara Beri Kemudahan Pelaku Industri Pariwisata

Ada pemberian insentif bagi industri dan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.

Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengikuti rapat dengar pendapat umum panitia kerja pemulihan pariwisata Komisi X DPR secara virtual di pendopo rumah dinasnya, Senin (29/6/2020). 

POSBELITUNG.CO, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan panitia kerja pemulihan pariwisata Komisi X DPR secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Senin (26/3/2020).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian dan diikuti para kepala daerah destinasi wisata super prioritas. Edy menyampaikan beberapa upaya pemulihan pariwisata yang terus dilakukan.

Salah satunya dengan memfasilitasi kemudahan bagi pelaku industri pariwisata. "Sampai hari ini saya terus berpikir bagaimana agar pelaku pariwisata tidak kolaps," kata Edy dalam pernyataan tertulisnya, Senin.

Dirinya mengingatkan pentingnya protokol kesehatan pada destinasi wisata untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

"Dalam membuka destinasi wisata, protokol kesehatan adalah intinya. Harus kita siapkan dengan baik. Komisi X harus konkret mendorong apa yang sudah kami lakukan sehingga wisata kita kembali normal," ujar Edy.

Bantuan untuk penyedia jasa dan pelaku usaha industri kreatif.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diwakili Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar menyampaikan, ada pemberian insentif bagi industri dan tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.

Kemenparekraf memberikan dukungan bagi industri hotel, makan-minum dan transportasi untuk menyediakan jasa bagi tenaga kesehatan dan gugus tugas nasional di daerah paling terdampak Covid-19.

"Kemenparekraf juga aktif menyelenggarakan virtual event untuk meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," ucap Kurleni.

Dia memaparkan, jumlah tenaga kerja pariwisata yang terdampak Covid-19 mencapai 327.235 orang. Jumlah itu tersebar di lima provinsi yang paling terdampak yakni, Jawa Timur 49.642 orang; Jawa Barat 49.633 orang; Bali 46.140 orang; DKI Jakarta 30.792 orang; dan Yogyakarta 21.057 orang.

Tetap optimistis Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo mengakui terjadinya penurunan kunjungan wisatawan.

Namun, dia tetap optimistis mengenai pulihnya pariwisata untuk Danau Toba. Sebab, meski diterpa pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur pariwisata di Danau Toba terus berjalan.

"Saya optimistis karena pembangunan infrastruktur terus berjalan, seperti pembangunan jalan tol Tebing Tinggi-Pematangsiantar yang ditargetkan selesai akhir 2020. Kemudian pembangunan pelabuhan Ajibata, Tigaras dan Simanindo hingga pembangunan jalan lingkar Samosir akan ditargetkan selesai akhir tahun ini," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pariwisata di Sumatera Utara Siap Kembali Beroperasi"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved