Breaking News:

ADVERTORIAL

Belitung Jadi Tujuan Wisata, Bupati Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan, Keamanan dan Kedamaian

PERINGATAN Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 182 dimulai dengan Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Belitung, Rabu (1/7)

Ist/ Dok prokompim setda Pemkab Belitung
FOTO BERSAMA - Bupati Belitung, H Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belitung, Budi Prastyo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono foto bersama dengan Ketua Perdukunan dan Adat Belitong Lutfi Ma'arif serta perwakilan ahli waris keluarga Cakraningrat KA Rahad, KA Safrudin. 

POSBELITUNG.CO, -- PERINGATAN Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 182 dimulai dengan Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Belitung, Rabu (1/7).

Rapat paripurna dihadiri ratusan tamu undangan mulai dari pejabat di Pemerintah Kabupaten Belitung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat serta keturunan keluarga besar KA Rahad.

Rapat paripuirna diisi dengan kata pengantar dari Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori, dilanjutkan pidato Bupati Belitung, H Sahani Saleh dan sambutan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H Abdul Fatah melalui video konferensi.

Rapat paripurna peringatan HJKT ke-182 yang dipimpin Ansori ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Bupati Belitung, H Sahani Saleh didampingi Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori.

Potongan tumpeng pertama oleh Bupati Belitung diserahkan kepada Ketua Forum Perdukungan dan Adat Belitong, Lutfi Ma’arif.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori memberikan potongan tumpeng kepada perwakilan keluarga Cakraningrat KA Rahad yakni KA Safrudin.

Penyerahan tumpeng tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam pembentukan serta pembangunan Kabupaten Belitung selama ini.

“Itu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka, agar kita semua tidak lupa dengan sejarah. Karena sejarah sebagai acuan untuk kita melakukan evaluasi dalam pembangunan daerah ini,” kata Sahani Saleh, Rabu (1/7).

Menurutnya, di usia ke 182 ini, Kota Tanjungpandan tetap membangun untuk mensejahterakan masyarakatmya yang juga merupakan cita-cita proklamasi.

Terutama untuk membangun masyarakat adil dan makmur. Oleh sebab itu, sangat diperlukan evaluasi pelaksanaan pembangunan ke arah yang lebih baik.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved