Breaking News:

TikTok Dicurigai Jual Data Pengguna, Heboh Diskusi di Medsos Minta Uninstal

Dicurigai bahwa kumpulan data pengguna tersebut lantas dikirim ke China, entah berakhir di tangan pemerintah negara tersebut atau pihak lain.

IST
Aplikasi TikTok (Ist) 

POSBELITUNG.CO - Heboh perbincangan atau diskusi di media sosial terkait aplikasi TikTok yang diduga telah mengumpulkan data penggunanya.

Hebohnya, data yang dikumpulkan ini dicurigai dijual ke China.

Memang praktek pengumpulan data pengguna platform media sosial bukan rahasia umum lagi.

Setiap platform media sosial pastinya memiliki dan mengumpulkan data penggunanya melalui syarat dan ketentuan dari aplikasinya.

Tapi yang dipermasalah saat ini dari kasus TikTok baru-baru ini adalah jenis data yang dikumpulkan lebih banyak daripada aplikasi media sosial lainnya.

Dicurigai bahwa kumpulan data pengguna tersebut lantas dikirim ke China, entah berakhir di tangan pemerintah negara tersebut atau pihak lain.

Isu ini antara lain dicuatkan ke permukaan dalam sebuah utas (thread) pengguna twitter dengan akun @SoundOfYogi.

Dalam utasnya, Yogi menyarankan agar pengguna menghapus (uninstal) apliaksi TikTok di "Ada snippets code (kode program) yang memuat aplikasi mampu mengunduh file Zip, (kemudian) unzip lalu execute binary apapun yang telah di-download," tulisnya.

Benarkah demikian? Informasi soal data yang dihimpun dalam twit tersebut serupa dengan laporan dari perusahaan keamanan siber, Penetrum yang dipublikasi bulan April lalu. Saat itu, Penetrum mengoprek aplikasi TikTok versi 10.0.8 hingga 15.2.3.

Dari hasil pengujian, Penetrum menemukan sebanyak 37,7 persen alamat IP dari layanan yang terkait dengan TikTok berlokasi di luar Amerika Serikat, sebagian besar di-host oleh ISP bernama Alibaba di China.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved