Heboh Kalung Antivirus Corona, Dikenakan Menteri Syahrul Yasin Limpo, Ini Fakta-faktanya

Berikut rangkuman tentang kalung antivirus Corona yang bakal diproduksi Kementerian Pertanian.

DOK. Kementan / Humas Kementan
Kalung antivirus Corona (kiri) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan). 

3. Diuji pada Embrio Ayam

Evi kemudian menjelaskan, dalam penelitian yang dilakukan pihaknya, penelitian dilakukan menggunakan telur yang sudah ada embrio ayamnya di laboratorium.

Pernikahan Model Cantik Diberi Maskawin Sandal Jepit & Segelas Air, Hilmi: Saya Tak Mau Menyusahkan

"Walaupun in vitro, tapi penelitian ini bukan pada media agar kemudian dikasih virus. Ini antara in vitro dan in vivo. Kita (penelitian) pada telur yang sudah ada embrio ayamnya," jelas Evi.

Untuk diketahui, in vitro adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan dalam tabung reaksi, piring kultur sel atau di luar tubuh mahluk hidup.

Telur yang sudah memiliki embrio ayam diinfeksikan dengan virus corona umum, kemudian diberikan beberapa perlakuan setelahnya.

Ada telur yang diberi eucalyptus dengan konsentrasi mulai dari 0,1 persen, 1 persen, dan 10 persen.

Selain diberi eucalyptus, tim juga memberikan beberapa bahan lain pada telur ayam sebagai pembanding.

"Setelah embrio ayam kita diamkan selama seminggu, kita pecahkan telurnya dan kita lihat," kata Evi.

"Kalau (telur) yang hanya diberi virus saja, embrio ayamnya mati semua. Berarti dia (embrio ayamnya) mati terserang virus," imbuhnya.

"Sementara yang dengan perlakuan eucalyptus (dengan konsentrasi) 0,1 sampai 1 persen, ternyata si ayamnya bisa tumbuh dengan normal. Berarti si eucalyptus mampu menetralisir virus yang sudah diinfeksikan ke embrio ayam," lanjutnya.

Ada Fakta Baru Pria dan Selingkuhan Digerebek Istri Sah di Hotel, si Pelakor Ternyata Hamil 2 Bulan

4. Alasan Belum Diuji pada Manusia

Evi mengatakan, penelitian yang dilakukan ini merupakan studi awal.

Dia pun mengetahui muncul banyak pertanyaan kenapa riset ini tidak dilakukan uji klinis atau diujikan ke manusia.

Evi menerangkan, dalam hal ini pihaknya tidak dapat melakukan uji klinis karena Kementan tidak memiliki mandat untuk melakukan uji ke manusia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved