Berita Belitung

Pariwisata Tidak Cukup Protokol Tapi Strategi Datangkan Wisatawan

Menurut Ketua DPD ASPPI Babel Agus Pahlevi, new normal bukanlah hanya penerapan protokol saja tetapi juga mengatur strategi guna datangkan wisatawan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Dedi Qurniawan
IST/dok pribadi Agus
Ketua DPD ASPPI Babel Agus Pahlevi. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dalam menghadapi new normal, tentunya terdapat hal baru dalam aktivitas pelaku pariwisata, terutama adanya penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Ketua DPD ASPPI Babel Agus Pahlevi, new normal bukanlah hanya penerapan protokol saja tetapi juga mengatur strategi guna mendatangkan wisatawan.

Karena saat ini walaupun minat berwisata tinggi, tetapi keraguan untuk berwisata juga masih ada.

"Hal ini dipengaruhi oleh produk, strategi pemasaran, dan pelaksanaan di lapangan. Kesemuanya harus dilakukan dari hal terkecil hingga mendatangkan turis nusantara maupun mancanegara," ujar Agus saat dihubungi posbelitung.co, Senin (6/7/2020).

Menurutnya saat wisatawan memiliki keraguan untuk berwisata, maka menjadi tugas bersama untuk mengembalikan brand trust Belitung sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

Hal ini tidak cukup dengan penetapan regulasi, ceremonial pembukaan tempat wisata, hingga publikasi saja, akan tetapi diperlukan bukti secara nyata bahwa Belitung betul-betul siap untuk diyakini wisatawan sebagai tempat yang aman.

Agus menilai membuka destinasi bukan karena alasan ekonomi semata, akan tetapi atas dasar aman.

Dalam artian aman bagi daya tarik wisata, aman bagi pengelola, aman bagi pengunjungdan aman bagi daerah.

Pada tahap awal, kata Agus, bisa menggunakan konsep ramaikan tempat wisata oleh kita sendiri.

"Dalam hal ini masyarakat Belitung mulai berwisata meramaikan tempat wisata yang telah dibuka. Terutama tempat wisata yang menjadi primadona di Belitung, dengan demikian ekonomi kerakyatan mulai bangkit," katanya.

Demi mewujudkan semua itu, tentunya pemerintah harus bekerja keras, terutama dalam hal pengawasan penerapa protokol kesehatan pada daya tarik wisata.

Mulai dari pintu masu, pelayanan parkir, pelayanan area wisata, makan dan minum (warung, gerobak dan penyewaan alat), pelayanan di fasilatas umum daya tarik wisata, bahkan pelayanan ketika wisatawan meninggal tempat tersebut.

"Perlunya pengawasan dikarenakan new normal ini adalah hal baru yang tentunya masyarakat kita masih dalam hal pembiasaan," ungkapnya.

Kemudian, kata Agus, jika segmen lokal sudah berhasil, artinya brand trust mulai terbentuk, melalui informasi yang tersebar selama masyarakat melakukan aktivitas di daya tarik wisata tersebut.

Selajutnya ketika wisatawan nusatara sudah berdatangan secara otomatis wisatawan manca negara akan datang.

"Berapa lama pariwisata kita akan pulih, jawabannya adalah seberapa jauh masyarakat, pemerintah, media, dan industri mau saling mendukung sesuai fungsi dan peran masing masing. Karena pandemi ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja akan tetapi oleh semua," katanya. (posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved