Australia Siap Hadapi China, Ini Senjata Canggih yang Diborong dengan Anggaran Militer Rp 2.700 T

Sejumlah negara mulai berbenah setelah perkembangan militer Cina yang luar biasa dan sikap mereka yang 'mengintimidasi' negara kawasan. Adapaun...

lockheedmartin.com
Rudal anti kapal AGM-158C LRASM yang diborong Australia dari Amerika. Australia membeli 200 rudal AGM-158C LRASM untuk mengincar kapal-kapal China. 

POSBELITUNG.CO -- Sejumlah negara mulai berbenah setelah perkembangan militer Cina yang luar biasa dan sikap mereka yang 'mengintimidasi' negara kawasan. Adapaun salah satunya negeri Kangguru, Australia.

Negara Australia disebut-sebut siap menantang Cina di kawasan Asia Pasifik dengan menggelontorkan anggaran militer $270 miliar (sekitar Rp 2.700 triliun) dalam 10 tahun ke depan.

Diketahui, dengan anggaran sebanyak itu, Australia siap adu kuat dengan Cina di Asia Pasifik, meski dalam skenario terburuk tanpa bantuan Amerika Serikat.

Sikap agresif Cina di Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur dan perbatasan dengan India membuat dua negara tetangga Cina yakni Jepang dan India plus Amerika Serikat dan Australia membentuk aliansi.

"Kita belum pernah menyaksikan ketidakpastian ekonomi global dan strategis seperti saat ini di Australia dan di kawasan sejak ancaman luar yang kita hadapi saat tatanan global dan regional ambruk pada tahun 1930-an dan 1940-an," ujar PM Morrison, di depan Akademi Militer Australia, 1 Juli 2020.

Inilah 5 Mitos yang Salah Tentang Robot Kolaboratif, dari Menggusur Pekerjaan Manusia Hingga Mahal

"Persaingan strategis antara Cina dan Amerika Serikat akan menimbulkan banyak ketegangan dan banyak risiko kesalahan perhitungan," ujar PM Morrison seperti dilansir abc news indonesia.

Karena itu, PM Morrison mengatakan peningkatan kemampuan militer Australia sangat penting untuk menopang posisinya di Asia Pasifik.

"Jadi kita harus siap melindungi tempat tinggal kita sebaik mungkin, siap menanggapi dan memainkan peran kita dalam melindungi Australia, membela Australia," tambahnya.

Pihak oposisi Australia juga mendukung rencana ini.

"Partai Buruh mendukung pertahanan Australia yang kuat dalam menghadapi hal ini," ujar Juru bicara oposisi urusan pertahanan, Richard Marles.

Alokasi belanja ini termasuk senjata penyerang yang lebih kuat, kemampuan siber dan sistem pengawasan bawah air berteknologi tinggi.

Selama empat tahun, Angkatan Bersenjata Australia (ADF) akan menambah personel sebanyak 800 prajurit, terdiri dari 650 personel untuk Angkatan Laut, 100 untuk Angkatan Udara, dan 50 prajurit Angkatan Darat.

Palestina Peringatkan Terjadi Intifada Jika Israel Caplok Tepi Barat, Hamas & Fatah Bersatu Melawan

Menurut Anggaran Belanja Departemen Pertahanan 2019-2020, kekuatan personel ADF diperkirakan tumbuh menjadi 60.090 orang tahun ini didukung staf administrasi sebanyak 16.272 orang.

Anggara Dephan diperkirakan tumbuh hingga 2 persen dari produk domestik bruto Australia pada 2020-21, atau sekitar $200 miliar selama 10 tahun".

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved