Breaking News:

Tujuh Sektor Siap Terapkan New Normal

KABUPATEN Belitung Timur termasuk dalam 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat untuk menerapkan new normal atau tatanan hidup baru

Tujuh Sektor Siap Terapkan New Normal - belitung-0907.jpg
Ist.Disbudpar
Suasana simulasi penerapan new normal di sektor pariwisata saat berada di Tebat Rasau dan Open Pit Nam Salu.
Tujuh Sektor Siap Terapkan New Normal - belitng090720.jpg
Ist.Disbudpar
Suasana simulasi penerapan new normal di sektor pariwisata saat berada di Tebat Rasau dan Open Pit Nam Salu.

POSBELITUNG.CO--KABUPATEN Belitung Timur termasuk dalam 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat untuk menerapkan new normal atau tatanan hidup baru yang mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah melakukan kajian-kajian agar dalam penerapannya nanti tidak terjadi kendala.

Sekretaris Daerah Belitung Timur sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Belitung Timur Ikhwan Fakrozi mengemukakan, Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza haris menentukan waktu yang tepat terlebih dahulu sebelum tahapan new normal dideklarasikan.

“Harus menentukan sektor apa saja yang akan dibuka dan bisa diberlakukan new normal. Utamanya adalah pengawasan serta panduan dari setiap sektor yang akan diberlakukan new normal,” kata Ikhwan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7).

Sebelum dua aspek tersebut, pihaknya melakukan kajian secara mendalam sehingga tidak serta merta langsung mendeklarasikan new normal. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur harus mempelajari petunjuk dari kementerian masing-masing.

Ikhwan mencontohkan dari sektor pendidikan. Dinas Pendidikan harus mengkaji keputusan atau panduan dari Kementerian Pendidikan mengenai penerapan new normal ini. Selain itu juga harus mengaji Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri dalam penerapannya.

“Hasilnya dari kajian tersebut, Belitung Timur bisa menerapkan new normal tapi secara parsial, tidak seluruhnya,” tegas Ikhwan.

Ada tujuh sektor yang berdasarkan kajian bisa menerapkan new normal. Pertama adalah pasar, melalui kajian dari Dinas Penanaman Modal dan Perdagangan. Kedua, sektor pariwisata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sektor pelayanan kesehatan dan yang terkait dengan pelayanan dasar, dan sektor pemerintahan desa yang kaitannya dengan pilkades melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Selain itu, ada sektor pemerintahan secara umum dalam penyelenggaraan kegiatan perkantoran. Lalu, sektor transportasi publik, dan terakhir sektor penguatan trantib yang bersifat supporting untuk semua sektor dalam hal pengawasan protokol kesehatan,” beber Ikhwan.

Setelah paparan dari tujuh sektor yang siap ini, kemudian akan dibuatkan Peraturan Bupati yang lampirannya berupa panduan dari masing-masing sektor publik yang akan dibuka. Sebelumnya juga akan dilakukan pertemuan dari unsur pentahelix, yakni masyarakat, forkopimda, korporasi dan dunia usaha, serta akademisi sehingga kebijakan ini bisa merangkul seluruh kebutuhan sesuai fakta yang ada di lapangan.

“Saat ini Belitung Timur sedang dalam tahap simulasi dan edukasi kepada masyarakat. Intinya, kami tidak mau tergesa-gesa. Kami tidak ingin ketika sudah dideklarasikan baru mau tahap sosialisasi dan edukasi. Kami maunya setelah deklarasi langsung running, baru setelah itu monitoring dan evaluasi,” tambah Ikhwan.

Ia berharap masyarakat memahami secara utuh pengertian new normal. New normal tidak bisa diartikan bahwa kehidupan kembali normal seperti sebelum pandemi. New normal hanyalah relaksasi dari setiap kegiatan yang diikuti dengan penerapan protokol kesehatan.

“Jangan sampai nanti masyarakat berpikir bahwa new normal berarti sudah bisa beraktivitas secara bebas. Nanti jika ada muncul kasus baru, bisa disetop tahapan new normal-nya. Jadi kami harap penerapan protokol kesehatan dalam masyarakat tidak kendor. Selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” jelas Ikhwan. (Advertorial/s1)

Tags
New Normal
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved