Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penjelasan Stimulus Bantuan Modal Berubah dari Rencana Awal

Dari rencana semula Bantuan Stimulan kepada UMKM senilai Rp 5 juta. Namun realisasi senilai Rp2 Juta rupiah per UMKM

Posbelitung.co/Suharli
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DTKKUKM) Kabupaten Belitung Timu, Erna Kunondo usai menyerahkan bantuan stimulan secara simbolis kepada UMKM. Jumat (10/7/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Dari rencana semula Bantuan Stimulan kepada UMKM senilai Rp 5 juta. Namun realisasi senilai Rp2 Juta rupiah per UMKM, hal tersebut dikarenakan adanya Imbauan Menteri Koperasi dan UKM.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DTKKUKM) Kabupaten Belitung Timu, Erna Kunondo terkait Bantuan Stimulan Penambahan Modal Usaha Kepada Pelaku UMKM terdampak Covid- 19 di Kabupaten Belitung Timur membenarkan rencana awal UMKM akan diberi bantuan senilai Rp 5 juta.

"Memang awalnya pak Bupati ingin memberikan bantuan Rp 5 juta. Tapi setelah kami cari refenrensi, jadi ada imbauan menteri Koperasi dan UKM, bahwa Pemda bisa memberikan bantuan untuk penambahan modal dengan maksimal Rp 2 juta," ujar Erna kepada posbelitung, Jumat (10/7/2020)

Bila bantuan lebih dari Rp2 juta diserahkan ke KUR oleh lembaga peminjam atau perbankan.

Selain itu dia juga menjelaskan dari sekitar 2000 UMKM di Belitung Timur yang terdampak hanya 211 UMKM yang mendapat bantuan penambahan stimulan modal hal itu  karena bantuan untuk yang terdampak juga ada yang sudah mendapatkan BLT.

"Jadi jangan sampai ada kesenjangan terlalu jauh, nanti dampaknya ke maayarakat.
Kalau di SK ada 211 UMKM," jelasanya.

Ada persyaratan yang harus dipenuhi saat menerima Stimulan bantuan modal yakni Ijin Usaha kecil Menengah (IUKM), surat pernyataan dari Desa, berKTP dan KK Beltim, Kalau tidak membawa satu diantara syarat pokok itu tidak dilayani.

Menurut Erna selama ini UMKM sudah berusaha namun macet Karena daya beli yang lemah, otomatis pembelian berkurang dan keuntungan juga berkurang.

"Jadi ini sebagai dorongan agar tetap mereka menjalankan usahanya.kami tidak mau UMKM ini istilahnya mati gara-gara terdampak pandemi," bebernya.

Sementara itu satu diantara pelaku UMKM air minum isi ulang, asal Desa Lintang, Kecamatan Simpang Rengiang, Dayat mengaku adanya pandemi juga berdampak signifikan pada usaha yang dijalankannya

Meskipun air merupakan kebutuhan pokok, namun ekonomi yang tak setabil mebuat sumber pemasukannya berkurangan

"Pengurangan pembeli pasti, pergalon biasanya jual Rp 5000. Ada bantuan ini nanti buat nambahin fasilitas mungkin ya," ujar Dayat.

(Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved