Breaking News:

Belitung Gagal Raih UNESCO Global Geopark 2020, Ini Penyebabnya

Kelompok dan komunitas masyarakat dengan sadar bertransformasi ekonomi ke pariwisata berbasis taman dan kelestarian bumi ini.

https://belitonggeopark.net
Bukit Peramun, Belitung. 

"Karena itulah spirit ini harus kami jaga. UGG adalah momentum untuk memastikan bahwa apa yang mereka dan pemerintah perjuangkan bisa dalam satu visi yg sama," ujar dia.

Koordinator Badan Pengembangan (BP) Geopark Belitong Dyah Erowati mengatakan, Geopark Belitong termasuk geopark muda di Indonesia. Baru diinisiasi September 2016 dan menjadi geopark nasional di akhir 2017.

"Aplikasi Belitong ke UGG dimasukkan akhir 2018. Tahun 2019 bulan Juni ada assessment dari Unesco mendapatkan nilai 850 dari skala 1000. September 2019 disidangkan dan masih diminta perbaikan satu hal saja. September 2020 ini akan disidangkan kembali semoga lolos," ujar Dyah.

Geopark Belitong disebut taman bumi karena mengombinasikan topografi pantai dan wilayah daratan. Ini merupakan kesatuan geosite seperti Open Pit Nam Salu (kolam bekas tambang), Pantai Burung Mandi dan Bukit Peramun.

Sementara itu, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7).

Status yang disandang Kaldera Toba menambah daftar geopark Indonesia yang kini statusnya menjadi UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu dan Rinjani. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Penyebab Belitung Gagal Raih UNESCO Global Geopark 2020"

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved