Berita Belitung

Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru, Ini Kata Kepala Dindikbud Belitung

Siswa yang melaksanakan sekolah tatap muka diatur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedi Qurniawan
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Hari pertama masuk sekoloah SMPN 3 Sijuk, setiap siswa maupun guru yang masuk diharuskan diukur suhu tubuh dan menggunakan masker, Senin (13/7/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Junaidi mengatakan pelaksanaan sekolah tatap muka di tahun ajaran baru ini hanya melibatkan 30 persen siswa di tiap sekolah.

Siswa yang melaksanakan sekolah tatap muka diatur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Misalnya, siswa yang masuk sekolah tatap muka pada hari pertama tahuh ajaran baru 2020/2021 adalah siswa di tingkatan SD hanya kelas 1 dan 2, dan untuk tingkat SMP adalah kelas 7.

"Nah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pak Bupati, untuk meminta arahan dari beliau apakah sistem tatap muka akan berlanjut atau tidak, setelah seminggu ini terlaksana. Soalnya ini ada surat edaran bersama beberapa menteri, terkait kegiatan belajar melalui daring tetap berlanjut," kata Junaidi kepada Posbelitung.co, Senin (13/7/2020).

Pertimbangan Bupati Belitung itu, kata dia, sangat dibutuhkan sebab ada beberapa masukan dari masyarakat terkait dengan sekolah sistem daring.

"Tapi kalau hari pertama ini, semua masih berjalan lancar dan belum ada laporan soal begini begitu. Ya murid juga baru 30 persen masuk ke sekolah, dan kalau menjalankan protokol kesehatan, Insya Allah aman," jelasnya.

Ia mengaku, hingga kemarin belum menerima laporan dari sekolah, ada orangtua siswa yang tidak mengizinkan anaknya untuk tidak masuk sekolah karena situasi covid-19.

Apabila pun ada, ia tidak mempermasalahkan, sebab itu merupakan hak orang tua siswa.

"Kami sudah sampaikan kepada orang tua siswa juga, apabila anak nya tidak mau sekolah tidak apa-apa, karena itu hak mereka. Kami juga tidak membuat status siswa itu alpa, jadi tidak ada paksaan, tapi tetap mengerjakan sekolah," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved