Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kopi Pesisir Belitung Memiliki Cita Rasa Berbeda, Kandungan Kafeinnya Lebih Rendah

Pulau Belitung ini memang ada perbedaan dari daerah lain karena di Belitung ini dari zaman Belanda dulunya sudah ada kopi.

Posbelitung.co/Suharli
Pemateri budidaya kopi, dari Centrum Arete Institut Belitung, Bambang saat mengisi materi budidaya kopi di PT SWP, Belitung Timur. Senin (13/7/2020) 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Pemateri budidaya kopi, dari Centrum Arete Institut Belitung, Bambang mengatakan Pulau Belitung ini memang ada perbedaan dari daerah lain karena di Belitung ini dari zaman Belanda dulunya sudah ada kopi.

"Makanya Belitung ini mempunyai spesifik kopi yang berbeda dari kandungan kafeinnya yang lebih rendah. Belitung termasuk salah satu penghasil kopi pesisir selain kebumen yang terdaftar secara nasional, terdaftar sebagai kopi pesisir," ungkap Bambang  kepada Posbelitung.co, Senin (13/7/2020).

Di daerah lain kopi ditanam di atas 600 meter diatas permukaan laut (mdpl), sedangkan Belitung ditanam di ketinggian di 100 meter bisa tumbuh dengan lebih baik.

Bambang mencotohkan misalnya berapa kebun kopi yang dari Kampit usia dua tahun tanaman kopi sudah berbuah. Lebih cepat berbuah juga di pengaruhi dua kali musim hujan dan musim panas.

"iklim tetap berpengaruh jadi biji kopi kita lebih kecil karena proses pembentukan nya lebih pendek, kalo dataran tinggi itu lebih panjang. rasanya berbeda, jadi kopi Belitung juga kafeinnya lebih rendah, itu ada lisensi (sertifikat) bahwa mempunyai kadar kafein yang lebih rendah, asamnya kurang sehingga efek lambung itu lebih ringan," jelasnya.

Terkait peluang usaha kopi, Bambang memastikan masih sangat masih luas. Di mana saat ini berdasarkan surveinya 90 persen kopi masih didatangkan dari daerah luar Pulau Belitung.

"Kami pernah survei, bahwa Pulau Belitung ini rata-rata per hari kemarin waktu kita survei sebelum Covid yah itu 2 ton serbuk kopi per hari kebutuhan kopi untuk di warung-warung itu kopi di Belitung dan Beltim," ujarnya

Dia berpendapat alangkah lebih baiknya ada perkebunan kopi sendiri di Pulau Belitung.

"Kalau kopi itu di budidayakan di sini insyaallah, dampak ekonominya didapatkan orang Belitung. Itu yang kami harapkan selain itu juga untuk membiasakan masyarakat kita orang Belitung yang kebanyakan orang tambang itu pelan-pelan dia melihat bahwa pertanian itu juga mempunyai nilai ekonomi jangka panjang," saran Bambang.

"Tanaman kopi secara umum panen raya 1 kali setahun tetapi ada juga panen sedikit pada bulan Oktober," ujarnya.

Wakil Bupati Belitung Timur, Burhanudin ditemui ditempat yang sama mengatakan bukan tidak mungkin bila sudah ada perkebunan kopi yang sudah berproduksi sehingga pemerintah daerah dapat menarik investor dibidang kopi untuk mendirikan perusahaan di Belitung Timur.

"Insyaallah kalo memang barang ada, yang penting kan produksi nya ada dulu gitu kan, nah kalo produksi ada kan pasti investor pasti masuk," ucap pria yang akrab disapa Aan itu. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved