Breaking News:

PT SWP Bantu 7.500 Batang Bibit Kopi

PT STEELINDO Wahana Perkasa (SWP), satu di antara perusahaan perkebunan kepala sawit yang beroperasi di Kabupaten Belitung Timur, menggelar pelatihan

PT SWP Bantu 7.500 Batang Bibit Kopi - belitung-1407.jpg
Pos Belitung/Suharli
BANTUAN BIBIT KOPI - Presiden Direktur PT SWP Abdul Hadi Bin Manas dan Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin berfoto bersama perwakilan kelompok tani penerima bantuan CSR bibit kopi, Senin (13/7).
PT SWP Bantu 7.500 Batang Bibit Kopi - belitung-140720.jpg
Pos Belitung/Suharli
PRESIDEN Direktur PT SWP Abdul Hadi Bin Manas bersama peserta pelatihan budi daya kopi di GOR PT SWP, Senin (13/7).

POSBELITUNG.CO--PT STEELINDO Wahana Perkasa (SWP), satu di antara perusahaan perkebunan kepala sawit yang beroperasi di Kabupaten Belitung Timur, menggelar pelatihan budi daya kopi dan menyerahkan bantuan 7.500 bibit kopi robusta kepada gapoktan di Kecamatan Kelapa Kampit, Senin (13/7).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT SWP, bentuk tanggung jawab perusahaan dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di lokasi perusahaan berada. Dalam hal ini, PT SWP memberikan bantuan bagi pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

Bantuan yang diberikan berupa bibit kopi unggul jenis robusta validitas Propelegitim yang bersertifikat sejumlah 7.500 batang kepada empat kelompok tani di Kecamatan Kelapa Kampit. Yakni Kelompok Tani Aik Mira Desa Pembaharuan, Aik Kilong Desa Mentawak, Gunong Tulong Desa Buding dan Jaya Sejahtera Desa Buding.

Presiden Direktur PT SWP Abdul Hadi Bin Manas dalam sambutannya mengatakan, berkembangnya PT SWP hingga saat ini jangan hanya dinikmati oleh PT SWP, akan tetapi masyarakat sekitar wilayah kerja PT SWP juga harus menikmatinya.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di sini, kami bersama-sama dengan Dinas Pertanian berbincang, budi daya apa selain dari sawit yang ada prospek untuk menjadikan Kelapa Kampit lebih maju. Saran mereka beberapa waktu lalu, kami sepakat kopi untuk perkebunan kecil di Kelapa Kampit,” kata Hadi saat ditemui di sela pembukaan pelatihan dan penyerahan CSR di GOR PT SWP, Senin (13/7).

Menurut Hadi, tanaman kopi dipilih karena sampai saat ini kopi yang ada di wilayah Pulau Belitung umumnya didatangkan dari luar daerah, sedangkan kebutuhan kopi di Pulau Belitung juga cukup tinggi. Selain itu, kopi juga sudah menjadi tren di semua lapisan masyarakat.

“Memang dari segi CSR ada banyak. CSR ini ada dari segi donasi, permintaan dari kabupaten, dinas, masyarakat dan desa. Sejak saya datang kemarin, saya minta CSR itu adalah apa yang diinginkan oleh masyarakat, kami bantu, supaya lebih nyambung dan dapat berkelanjutan, bukan hanya dibagikan, terus habis tidak ada kelanjutannya,” jelasnya.
Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin saat meresmikan pembukaan pelatihan dan penyerahan bibit kopi tersebut mengemukakan, Belitung Timur sudah punya ikon 1001 Warung Kopi dam orang bertanya selama ini di mana kebun kopinya.

“Nah sekarang kan kita sudah menyebarkan bibit kopi di Belitung Timur. Artinya ke depan, 10 tahun kemudian, kami ingin Belitung Timur dapat memproduksi kopi sendiri. Karena itu, bantuan-bantuan yang diberikan oleh CSR perusahaan atau melalui siapapun terhadap masyarakat untuk tanaman kopi itu, adalah untuk memberikan upaya kepada masyarakat, untuk mau menumbuhkan ekonomi masyarakat itu sendiri. Itu kan bisa tanaman sambilan kan,” beber Burhanudin.

Dia berpendapat, sekarang bagaimana pola pikir masyarakat dan mengubah paradigma berpikir, agar mampu mengembangkan sektor perkebunan kopi yang ada di Belitung Timur. (Advertorial/Suharli)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved