Breaking News:

Begini Cara Mengamankan Data Pribadi Ketika Melakukan Aktivitas Belanja Daring

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persada menjelaskan cara-cara mengamankan

opera.com
Ilustrasi Belanja Online 

POSBELITUNG.CO -- Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persada menjelaskan cara-cara mengamankan data pribadi ketika melakukan aktivitas belanja daring.

Pertama, menurutnya masyarakat harus membuat password yang cukup aman terhadap akun media sosial atau akun e-commerce milik masing-masing.

"Takutnya akun kita diambil alih oleh orang, karena mudah sekali mengambil alih akun. Aman itu bagaimana? Ya passwordnya diperkuat, ada huruf besar, huruf kecil, minimal delapan karakter, ada simbol dan lainnya," kata Pratama dalam diskusi daring yang digelar Rakyat Merdeka secara langsung lewat kanal Youtube RakyatMerdekaTV, Selasa (14/7/2020).

Kedua, kata Pratama, sebisa mungkin menghindari bertransaksi menggunakan kartu kredit atau kartu debit di platform e-commerce tersebut.

"Kalau misalkan platformnya dihack seperti kemarin, itu data kartu kredit atau debit kita itu bisa terambil si pencuri itu dan bisa dimanfaatkan untuk melakukan transaksi internet atau black market," kata Pratama.

Berikut Cara Mudah Menggunakan Google Classroom untuk Belajar Online di Rumah Secara Gratis

Ketiga, kata Pratama, masyarakat harus memastikan barang yang dibeli adalah barang yang benar-benar dimiliki si penjual.

Hal tersebut bisa dipastikan dengan cara apa bertanya langsung kepada penjual dan melihat rekomendasinya.

Selain itu, kata Pratama masyarakat harus mengaktifkan fitur autentikasi dua langkah atau two factors authentication pada akun media sosial atau akun lainnya.

Menurutnya hal tersebut penting karena dengan mengaktifkan fitur menyebabkan akun menjadi lebih aman ketika mau diambil alih oleh orang lain.

"Sekarang banyak pejabat, banyak orang, yang akunnya ditake over atau diambil alih oleh orang. Misalkan akun Instagram,WhatsApp, Facebook, dan lainnya mudah sekali ditake over karena tidak mengaktifkan two factors authetication atau two factors verification," katanya.

Halaman
12
Penulis: tidakada008
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved