Breaking News:

Berita Belitung

Bupati Belitung Sebut Aturan Hiburan Malam Biduan Harus Pakai Masker, Kalau Joget Jangan Keroyokan

Bupati Belitung H Sahani Saleh, Sabtu (18/7/2020) mengatakan saat ini orgen tunggal memang bukan sekadar hiburan, tapi juga termasuk industri

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Penampilan kelompok Campak Kembang Ketakong pada malam kebersamaan pelaku seni dan kelompok musik di Pantai Tanjung Pendam, Sabtu (18/7/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Bupati Belitung H Sahani Saleh, Sabtu (18/7/2020) mengatakan saat ini orgen tunggal memang bukan sekadar hiburan, tapi juga termasuk industri, sehingga ada nilai ekonomi yang harus diperhitungkan.

Imbas Covid-19 ini pun tak dipungkiri menyebabkan terhentinya aktivitas pelaku hiburan dan pelaku seni.

Ia menyebut, adanya peluncuran new normal per 1 Juli lalu juga menjadi pengingat agar mengikuti protokol kesehatan.

"Kalau biduan tidak mungkin saat nyanyi pakai masker, tapi sebelum nyanyi jangan sampai tidak pakai masker dan cuci tangan. Penonton gitu juga, kalau joget jangan keroyokan," ungkap Sahani.

Di samping itu, ia menyarankan kepada kapolres dan kapolsek jika ada izin keramaian agar dibuat pula pernyataan agar acara yang dilangsungkan bisa aman dan tertib.

Selain itu, batas waktu pada malam hari juga ditetapkan agar jangan sampai lewat pukul 23.00 WIB.

"Jangan lewat jam 23.00 WIB, harus dibatasi kalau malam. Kalau siang bisa lah dari pagi sampai sore tidak masalah, yang masalah ini pun jangan sampai terlalu malam," tegasnya.

Di samping itu, ia juga menyindir anak muda yang dinilai justru kurang tertib dalam menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

"Yang wajah kolonial justru patuh menggunakan masker, tapi sekarang kaum milenial yang jadi masalah. Padahal mereka lah generasi ke depan, tapi mereka menganggap tidak menjadi masalah," kata Sanem.

"Inilah orang kolonial pikiran milenial, tapi sebaliknya orang wajah milenial pikirannya kolonial. Makanya new normal ini ada istilah tampang lamak perangai baru. Kawan milenial berpikir, sebab kalau demikian tidak mungkin bergerak maju," tegas Sahani.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved